2 Santri Assalam Korban Pemukulan Senior Tinggalkan RS
Kamis, 23 Agu 2007 13:54 WIB
Sukoharjo - Dery Saputra dan I Wayan Mahardika diperbolehkan pulang dari RS Panti Waluyo, Solo. Namun demikian kedua santri korban pemukulan senior di Pesantren Modern Assalam tersebut mengaku masih sering merasakan nyeri akibat pemukulan. "Kami sudah diperbolehkan pulang hari ini, tentunya kami senang. Bagian dada dan perut sudah tidak terasa sakit lagi. Tapi sampai sekarang bagian paha yang pernah dipukuli rotan itu memang masih sering terasa nyeri," ujar Dery saat ditemui di RS Panti Waluyo, Solo, Kamis (23/8/2007). Ibu Dery, Heriyani, mengatakan akan membawa pulang anaknya dari rumah sakit siang ini. Namun dia belum mendapat kepastian apakah pihak Assalamn akan membayar biaya pengobatan kedua korban pemukulan senior tersebut. Heriyani mengatakan biaya perawatan masing-masing anak mencapai Rp 3 juta. "Kemarin memang ada beberapa pengurus Pesantren Assalam yang datang menjenguk, tapi sama sekali tidak membicarakan biaya perawatan itu. Yang mereka sampaikan hanya anjuran agar persoalan diselesaikan secara damai," ujarnya. Lebih lanjut dia mengaku lega dua santri senior yang memukuli anaknya telah dikeluarkan dari pesantren. Namun demikian Heriyani tetap mendesak agar kasus hukum terhadap keduanya dilanjutkan hingga tuntas agar menjadi jera dan perbuatan sejenis tidak diulang oleh teman-temannya lain.
(mbr/asy)











































