8 Hari Raisya Diculik, Polisi Belum Tahu Motif Penculik
Kamis, 23 Agu 2007 12:11 WIB
Jakarta -
Raisya Ali Said diculik saat pulang sekolah. Meski sudah memasuki hari kedelapan penculikan, polisi masih meraba-raba motif si penculik."Belum bisa tahu motif yang jelas, sebelum tertangkap pelakunya," kata Kapolda Metro Jaya Irjen POl Adang Firman di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (23/8/2007).Saat ini, polisi memang sudah mengantongi berbagai motif penculikan atas gadis kecil berusia 5 tahun itu. Namun jika pelakunya belum tertangkap, motif-motif itu terkesan hanya menduga-duga."Berbagai motif kita sudah punya, tapi semuanya hanya menduga-duga. Kalau memang pelakunya sudah tertangkap, baru jelas apa motifnya sebenarnya," imbuh Adang.Ditambahkan dia, tim kepolisian masih terus bergerak mencari putri Ketua II Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Meski Raisya belum juga ditemukan, namun Adang menegaskan tidak membutuhkan tim khusus untuk mencari pelaku penculikan. Tim khusus juga belum akan dibentuk untuk mengatasi maraknya penculikan di Jakarta."Tim kita sudah bergerak. Kita tidak perlu tim khusus, karena kita masih mampu kok. Sebagian besar (penculikan) sudah bisa diungkap," sambung Adang.Menurutnya, maraknya berbagai penculikan di Jakarta tidak bisa dicegah hanya dengan mengandalkan polisi. Namun masyarakat juga diminta peran sertanya."Kita sudah mengimbau masyarakat agar ikut membantu. Karena bukan anak-anak saja yang diculik tapi pengusaha juga seperti pengusaha batu bara itu," tandas Adang.Penculikan yang dimaksud Adang adalah penculikan atas Zaenal yang merupakan pengusaha batu bara asal Papua. Dia diculik warga negara Singapura dan Filipina pada Juli 2007 lalu.Raisya diculik pada Rabu 15 Agustus 2007, saat dia pulang dari sekolahnya, TK Al Ikhsan di Kompleks TNI AU, Jl Wira Bakti, Jakarta Timur. Komplotan penculik diduga berjumlah 4 orang dan sempat menodongkan senjata pada pengasuh yang menjemput gadis kecil itu.
(nvt/ana)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































