Intel Terlibat Kasus Munir, Tapi Operatornya Bukan Agen

Intel Terlibat Kasus Munir, Tapi Operatornya Bukan Agen

- detikNews
Kamis, 23 Agu 2007 10:18 WIB
Jakarta - Skenario pembunuhan Munir bisa jadi dibuat intelijen. Tapi operator di lapangan tidak mungkin dilakukan agennya. Pollycarpus Budihari Priyanto diyakini bukan agen intel. Agen intel tidak mungkin terang-terangan berkomunikasi dengan agen lainnya, seperti yang dilakukan eks terdakwa pembunuh Munir itu dengan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Indra Setiawan.Keyakinan itu disampaikan mantan Direktur Bakin, AC Manullang, kepada detikcom, Kamis (23/8/2007)."Itu suatu hal yang tidak bisa dilakukan agen. Jika dia agen, sebelum dia ungkapkan itu harus dibunuh. Itu intelijen, selalu hilang jejak. Kalau Polly agen intel, sebelum selesai itu, dia sudah dibuang ke laut, dihilangkan," ungkap Manullang.Karenanya Manullang sangsi percakapan Polly dan Indra bagian dari operasi intelijen. Sebab di dunia intelijen, dengan kecanggihan teknologi, apa pun bisa dilakukan, termasuk mengubah pembicaraan atau penampilan seseorang."Dalam pembicaraan, suara bisa dibuat sesuai obyeknya. Itu namanya intelijen defaces. Jadi tidak bisa jadi fakta hukum. Itu harus dibuat informasi intelijen yang merupakan produk analisa intelijen," ujarnya.Namun, imbuh dia, bisa jadi ada percakapan antara Polly dan Indra, meski di dunia intelijen itu sangat tidak mungkin.Karenanya, kata dia, tidak tertutup kemungkinan pembunuhan Munir melibatkan intel asing dengan alasan tertentu. HAM, misalnya."Itu sudah sangat benar menujukkan bukan intel. Proses yang tunjuk orang itu bisa jadi intel, tapi pelakunya belum tentu agen intel. Jadi bisa jadi memang BIN terlibat, tapi operatornya belum tentu agen. Jadi kita doakan supaya pembunuh Munir terungkap," tuturnya. (umi/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads