Warga Kolong Tol Tanjung Priok-Pluit Diminta Tidak Manja
Rabu, 22 Agu 2007 18:03 WIB
Jakarta - Warga yang menempati kolong tol Tanjung Priok-Pluit menolak direlokasi ke rumah susun. Hal itu membuat Pemprov DKI Jakarta geram.Kepala Dinas Ketentraman dan Ketertiban DKI Jakarta Haryanto Badjoeri meminta warga tidak manja pindah ke rusun yang jauh dari tempat kerja mereka. "Karwawan Pemda DKI kan tidak harus tinggal di Tanah Abang. Disesuaikan dong. Itu manja sekali," kata Haryanto Badjoeri di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (22/8/2007).Haryanto mengatakan, saat ini ada 1.800 unit rusun di beberapa wilayah Jakarta. Warga diharapkan bersedia menempati rusun itu.Warga kolong tol, lanjut Haryanto, harus mau diatur sesuai dengan hukum dan peraturan yang ada. Sebab, Jakarta bukan milik mereka saja, melainkan milik semua warga "Jakarta bukan mereka punya. Saya marah kalau mereka ngomong seperti itu. Jakarta kan punya banyak orang, ada 8 juta jiwa. Jangan seenak bero-nya saja," tandasnya.Menurut Haryanto, Pemprov DKI Jakarta tidak akan memberikan ganti rugi kepada warga kolong tol yang akan dipindah. "Memang itu tanah siapa, saya tanya. Yang bikin kebakaran juga siapa?," katanya.Haryanto mengatakan, saat ini petugas Satpol PP berada di lapangan untuk membantu warga mengangkati barang-barang mereka. Untuk pengamanan, sekitar 4000-5000 aparat juga sudah disiapkan."Kita kan bicara UUD, UU daerah. Hak saya dimana, hak dia dimana," ujarnya.Pemprov DKI berencana memindahkan warga kolong tol Tanjung Priok-Pluit Jakarta Utara yang ber-KTP ke rumah susun. 24 Persen dari warga yang ber-KTP akan dipindahkan ke rusun Tiparcakung (Cakung), Marunda (Cilincing), dan Kapuk Muara (Pejaringan).
(irw/ken)











































