Kelangkaan Minah Ancam Eksistensi Pemerintahan SBY-JK
Rabu, 22 Agu 2007 16:02 WIB
Jakarta -
Langkanya minyak tanah (minah) akibat program konversi ke gas harus segera diatasi pemerintah. Jika tidak, kondisi ini akan mengancam eksistensi pemerintahan SBY-JK.Jika SBY-JK gagal mengatasi kelangkaan minyak tanah, politisi FPAN Alvin Lie menegaskan, jangan harap SBY-JK bakal terpilih lagi dalam Pemilu 2009 nanti."Ini sudah sangat mengkhawatirkan. Kalau tidak cepat diatasi bisa jadi batu sandungan. Kalau nggak sekarang, pasti nggak kepilih lagi," kata anggota Komisi VII itu di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/08/2007)Menurut koboi DPR ini, seharusnya sambil membagikan kompor gas gratis, pemerintah tidak menarik minyak tanah dari pasaran, sehingga masyarakat bisa membandingkan sendiri efisiensi minyak tanah dan gas."Ini persiapannya kurang, sosialisasi terbatas. Minyak tanah sudah ditarik. Kacau jadinya. Ini bukti kebijakan pemerintah grusa-grusu," cetus Alvin.Alvin berharap Presiden SBY segera sadar untuk mengambil kebijakan yang tepat demi menyelamatkan rakyat."Ini persoalan perut. Orang nggak bisa menunggu lama, karena itu Presiden harus cepat ambil tindakan," pungkasnya.
(yid/umi)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































