Langganan Jelang Puasa, Harga Sembako Merangkak Naik
Rabu, 22 Agu 2007 15:41 WIB
Jakarta - Bulan Ramadhan makin dekat. Pelan namun pasti, harga sembako pun mulai merangkak naik. "Bukan naik lagi, tapi ganti harga," kata seorang pedagang.Kenaikan harga sembako ini sudah cukup terasa sejak seminggu belakangan. Ini bisa diraskan oleh pedagang di tingkat pengecer. Misalnya saja beras jenis solok. Seminggu lalu pembeli cukup merogoh Rp 5.000 saja untuk mendapatkan per kilogram. Sekarang sudah naik menjadi Rp 5.500. Bukan hanya itu, minyak goreng curah yang biasanya hanya Rp. 7.000 per kilogramnya, kini baru bisa dibawa pulang jika ditukar dengan uang Rp 10.000.Pantauan detikcom, Rabu (22/8/2007), kenaikan itu sudah terjadi di 2 pasar tradisional di Jakarta Utara, yakni Pasar Rawa Badak dan Pasar Sindang."Bukan naik lagi, tapi ganti harga," kata Sutiyah, pedagang di Pasar Rawa Badak, Jl Anggrek, Jakarta Utara.Menurut Sutiyah, sesuai pengalaman bertahun-tahun, kenaikan itu akan terus menanjak hingga klimaks bulan puasa, pertengahan September. "Tapi tetap ramai. Masak pembeli gak mau makan," imbuhnya.Namun akibat kenaikan harga ini, modal yang digelontorkan untuk belanja grosir makin banyak. Untungpun makin sedikit akibat konsumen menahan daya beli maksimum."Ya sabar saja. Sudah biasa dari tahun ke tahun begini," ucap Nurjanah (27), salah satu pedagang di Pasar Sindang. Selain beras dan minyak tanah, beberapa bahan pokok lainnya yang mengalami kenaikan adalah gula pasir, kacang polong, dan bumbu masak kemiri. Kenaiknya berkisar antara Rp 2.000. Bahkan kemiri yang harga sebelumnya hanya Rp 7.000, kini menjadi Rp 20.000 per kilogramnya. Duh!
(Ari/ana)











































