Polly: Rekaman Itu Suara Saya
Rabu, 22 Agu 2007 14:54 WIB
Jakarta - Mantan terdakwa pembunuh Munir, Pollycarpus Budihari Priyanto, sempat geleng-geleng kepala sambil bilang 'kacau' saat mendengar novum rekaman percakapannya dengan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Indra Setiawan. Meski begitu, dia mengakui rekaman itu adalah suaranya."Ya itu suara saya. Itu hanya untuk menyenangkan (Indra) saja kok. Seperti waktu saya di dalam (penjara) dulu, juga diberi spirit oleh orang-orang. Mereka bilang 'Sudahlah Pak Polly, di atas sudah diatur.' Itu juga spirit," ujar Polly usai sidang peninjauan kembali (PK) kasus Munir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Jakarya, Rabu (22/8/2007).Yang di atas maksudnya siapa? "Itu Allah," ujar dia sambil menunjuk ke atas.Polly berjanji akan menanggapi novum rekaman itu dalam sidang yang mengagendakan tanggapan termohon. Termasuk juga soal keterangan Indra bahwa Polly ditugaskan sebagai staf perbantuan di unit corporate security dengan surat bernomor Garuda/DZ-2007/04 tertanggal 11 Agustus 2004 atas permintaan tertulis Wakil Ketua Badan Intelijen Negara (BIN) As'ad.Terkait keterangan saksi Asrini Utami Putri dalam persidangan yang mengaku melihat Polly di Coffee Bean Bandara Changi, Singapura, menurut Polly, perempuan itu salah lihat. Sebab, dia sama sekali tidak pernah berada di tempat itu."Saya memang tidak ke Coffee Bean, tetapi langsung ke bus dan ke hotel," sambung pria yang dibalut kemeja putih bergaris-garis biru ini.Ketika ditanya mengapa menyinggung nama Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, Polly berujar, hal itu hanya untuk menyenangkan Indra semata.Mengapa menyinggung nama mantan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh? "Kan saya lupa namanya, saya lihat orangnya tinggi besar, itu hanya joke saja untuk menyenangkan. Ini mohon maaf saja kalau dia tersinggung," imbuh pria beranak tiga ini.Yakin menang sidang? "Yakin. Kalau tidak menang, itu rekayasa," cetusnya sambil mengangkat tangan kanannya.
(nvt/sss)











































