'Pondok Derita' Santri Assalam

'Pondok Derita' Santri Assalam

- detikNews
Rabu, 22 Agu 2007 12:18 WIB
Sukoharjo - Anda pasti pernah mendengar lagu dangdut berjudul 'Gubug Derita' yang mengisahkan kesetiaan sepasang anak manusia dalam merengkuh bahtera cinta. Namun lain lagi kisah anak manusia yang terjadi di dalam 'Pondok Derita' ala santri Pondok Assalam, Pabelan, Sukoharjo.Dery Saputrra dan I Wayan Mahardika, dua santri Assalam yang kini terbaring di RS Panti Waluyo karena pendarahan lambung akibat pemukulan para seniornya, menuturkan tradisi kekerasan telah dialaminya setelah sepekan masuk Assalam. Telah banyak kekerasan yang diterimanya selama 1,5 bulan berada di sana.Dipaparkan oleh keduanya, penyiksaan oleh senior seringkali dilakukan tanpa sebab atau kesalahan yang jelas. Para santri takhassus sering dipukuli di kamar masing-masing, seperti yang dialaminya bersama dua teman lainnya.Lain lagi pemukulan senior terhadap santri-santri Madrasah Tsanawiyah (MTs). Ada ruang khusus bagi anak-anak MTs yang akan dihukum. Sebelum dipukuli, santri MTs itu dipanggil lalu dimasukkan ke sebuah ruangan di belakang asrama putra, tepatnya sebuah ruangan kecil bersebelahan dengan WC."Teman-teman biasa menyebut ruangan kecil itu sebagai pondok derita, karena di ruangan itu mereka sering menderita kena pukulan senior. Bahkan Senin pekan lalu ada santri MTs yang patah tulang tangan karena dihukum push up berlebihan, juga di ruangan itu," ujar Dery, Rabu (22/8/2007).Dery maupun Dika mengatakan selama ini tidak ada teguran dari para ustadz atas kelakuan para senior itu. "Karenanya saya dan Dika tidak akan lagi mau kembali nyantri di Assalam. Kalau kami kembali pasti akan dipojokkan, disiksa lagi dan akan diperlakukan kurang baik," ujar Dery. (mbr/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads