Kesaksian Indra: Surat BIN Minta Polly Terbang Bersama Munir
Rabu, 22 Agu 2007 11:39 WIB
Jakarta - Mantan Dirut Garuda Indra Setiawan menegaskan tidak ada hal istimewa dalam surat yang dikirim BIN ke Dirut Garuda. Isi surat itu berisikan hal wajar, meminta Pollycarpus Budihari Prijanto dijadikan safety officer dalam penerbangan Garuda yang membawa Munir."Memang biasa. Kami mendapatkan surat dari instansi-instansi seperti Departemen Perhubungan, Departemen Keuangan, yang isinya meminta agar pilot Garuda dimasukkan dalam satu tim," kata Indra selaku saksi dalam persidangan peninjauan kembali (PK) kasus pembunuhan Munir dengan termohon Polly di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Jakarta, Rabu (22/8/2007).Dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Andriani Nurdin itu, Indra menyebutkan status Polly sebagai corporate security juga memungkinkannya menjadi safety officer sewaktu-waktu. "Ini adalah hal yang wajar," jelas Indra.Surat berkop BIN dan bersegel rahasia tersebut diterima Indra sekitar April atau Mei 2004. Di hadapan jaksa penuntut umum Poltak Manulang, Indra mengaku telah kehilangan surat berkop BIN tersebut.Surat tersebut hilang dicuri orang yang membongkar mobilnya secara paksa. Indra mengaku memang sering menaruh surat-surat berharga begitu saja dalam mobilnya.
(aba/sss)











































