Dipukuli Senior, 2 Santri Assalam Solo Pendarahan Lambung

Dipukuli Senior, 2 Santri Assalam Solo Pendarahan Lambung

- detikNews
Rabu, 22 Agu 2007 11:08 WIB
Sukoharjo - Dery Saputra dan I Wayan Mahardika tergolek lemah di Ruang Bougenvile 2 RS Panti Waluyo, Solo. Keduanya adalah santri Pesantren Modern Assalam Pabelan, Sukoharjo, yang kabur dari pesantren karena tidak kuat dengan siksaan para seniornya. Dokter mengatakan keduanya mengalami pendarahan lambung.Kedua anak yang masih berumur 15 tahun itu adalah siswa kelas takhassus (kelas khusus persiapan masuk SMA) di Pesantren Modern Assalam. Baru 1,5 bulan nyantri, mereka harus masuk rumah sakit karena dipukuli oleh para seniornya, yaitu para siswa SMA di pesantren tersebut tanpa jelas apa kesalahannya.Deru maupun Dika mengaku, pemukulan yang paling parah dilakukan senior adalah pada Jumat malam (17/8/2007) lalu. Saat itu Dery dan Dika bersama dua teman sekelasnya berada di ruang kamar untuk belajar. Tanpa diduga datang beberapa senior masuk kamar dan mematikan lampu."Kami diperintahkan untuk pasang kuda-kuda dan tahan napas, selanjutnya dipukuli bagian ulu hati. Ada senior yang membawa rotan lalu memukulkannya ke bagian paha kami," papar Dery terpatah-patah sambil berbaring saat ditemui di RS Panti Waluyo, Rabu (22/8/2007).Karena tidak kuat terus mendapat siksaan, akhirnya Dery, Dika dan Arnold memilih kabur dari pesantren pada Sabtu (18/8/2007) sore. Tempat yang dituju adalah rumah salah seorang kerabat Dery di Colomadu, Karanganyar. Sampai di tempat yang dituju, mereka muntah darah.Orangtua Dery di Baturaja, Ogan Komering Ulu, diberitahu dan selanjutnya Dery dan Dika dibawa ke RS Islam Surakarta (RSIS). Sedangkan Arnold memilih pulang ke rumahnya di Yogyakarta. Pihak mengatakan keduanya tidak mengalami penyakit apa pun.Tidak puas dengan diagnosa itu, akhirnya keduanya dipindahkan ke RS Panti Waluyo. "Dokter di RS Panti Waluyo ini mengatakan Dery dan Dika mengalami pendarahan di bagian lambung. Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan pihak pesantren juga terkesan lepas tangan," ujar Supriyatin, ayah Dery. (mbr/asy)


Berita Terkait