Kelangkaan Minyak Tanah
Pertamina Takut Diselewengkan ke Industri
Rabu, 22 Agu 2007 09:17 WIB
Jakarta - Pertamina mengurangi pasokan minyak tanah di Jakarta. Akibatnya antrean masyarakat yang mengantre minyak tanah kembali meramaikan fenomena sosial di Jakarta.Pengamat perminyakan Kurtubi menilai pengurangan pasokan ini sebagai bentuk ketakutan Pertamina."Ada ketakutan, maka dari itu dikurangi. Dikurangi supaya jangan sampai minyak tanah lari ke industri," kata Kurtubi saat dihubungi detikcom, Selasa (21/8/2007).Kurtubi mengatakan bentuk ketakutan ini adalah bentuk lemahnya pengawasan dari BPH Migas yang bertanggung jawab pada distribusi BBM termasuk minyak tanah. Ia mengimbau BPH Migas untuk kembali melakukan pengawasan secara menyeluruh."BPH Migas harus mengawasi. Masyarakat jangan dijadikan korban," tuturnya.Kurtubi juga kemudian menyoroti masalah konversi minyak tanah ke gas yang juga menimbulkan kepanikan di masyarakat. Salah satu masyarakat enggan mengkonversi tradisinya adalah, karena masih ada stigma kalau elpiji lebih berbahaya karena gampang meledak. Belum lagi kabar tentang ditariknya kompor dan tabung gas karena tidak memenuhi standar.Oleh karena itu, apabila konversi mau berhasil, Kurtubi berpesan agar mutu kompor dan tabung gas 3 kg diperbaiki. "Kompor maupun tabung gas tidak ada toleransi bagi kesalahan. Ini masalah keselamatan," pungkasnya.
(gah/ziz)











































