Tak Perlu Hilang Pede Gara-gara Osteoporosis
Rabu, 22 Agu 2007 05:01 WIB
Jakarta - Penderita osteoporosis tidak perlu kehilangan rasa percaya diri gara-gara memakai tongkat atau berjalan dengan dipapah. Mereka juga tidak perlu merasa malu.Hal ini disampaikan tokoh perempuan, Herawati Diah, yang juga mengalami osteoporosis, dalam lokakarya 'Osteoporosis menurunkan produktivitas bangsa' di Hotel Shangri-La, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (21/8/2007)."Tetaplah tampil seperti dahulu, walaupun keadaan fisik sudah tidak seperti dahulu. Maksudnya, tetaplah hadir pada setiap kesempatan diundang dalam suatu acara," kata wanita yang sudah berusia 90 tahun ini.Menurut Herawati, bertemu banyak kawan bisa membangkitkan perasaan senang. Suatu cerita bisa disampaikan kepada anak dan cucu sehingga bisa membangkitkan kenangan dan gairah hidup."Saya dan 52 orang anggota kumpulan ibu-ibu berusia di atas 80 tahun mendirikan perkumpulan, namanya Astadasa Guna. Di atas umur saya masih ada 2 atau 3 orang yang mencapai umur 92 tahun. Mereka masih cantik-cantik, masih senang untuk berias diri dan berdandan memadu warna busananya," kisahnya.Osteoporosis, lanjut Herawati, memang erat hubungannya dengan gangguan depresi. Seiring bertambahnya usia penyakit keropos tulang ini tidak bisa dihindari, namun harus dihadapi dengan ceria."Kita tidak harus mengingat-ingat terus apa yang sedang kita derita," pesan istri almarhum tokoh pers BM Diah ini.Wanita yang lahir di Belitung ini mengaku masih dalam keadaan fit meski telah berusia senja. Hal ini tak bisa dilepaskan dari latihan fisik yang dia lakukan."Saya tetap merasa fit, padahal sepulangnya dari senam saya masih beraktivitas sehari-harinya. Bertemu dengan teman-teman saya untuk melakukan pengajian atau main bridge. Saya masih memimpin rapat pada beberapa perkumpulan dan mengunjungi teman-teman yang dirawat di rumah sakit. Saya lakukan dengan senang," tutur Herawati.
(fiq/gah)











































