Diberi Gas, Eh... Balik Lagi Pakai Minyak Tanah
Selasa, 21 Agu 2007 17:26 WIB
Jakarta -
Mengubah kebiasaan bukan hal yang gampang. Termasuk kebiasaan memasak. Warga yang sehari-hari menggunakan minyak tanah tentu bakal kaget saat diberi elpiji alias bahan bakar gas."Pemakai gas elpiji setelah habis bukannya beli gas malah beli minyak tanah," ujar Kepala Bagian Industri dan Perdagangan Biro Perekonomian Pemprov DKI Jakarta Ismarlan A Kasim di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (21/8/2007).Ide konversi minyak tanah ke gas dicetuskan sebagai upaya pemerintah melakukan penghematan. Ketika dilaksanakan, ternyata banyak warga yang belum siap beralih dari minyak tanah ke gas. Melihat fenomena ini, berbagai kalangan meminta kebijakan itu ditinjau kembali.Pemda tidak terlibat langsung dengan kebijakan konversi tersebut. Pertamina lah yang berhubungan langsung dengan kelurahan. Sementara pemda hanya menentukan harga pangkalan tertinggi (HPT).Sebelumnya sudah ada rapat antara Pemda DKI dengan Pertamina di Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas. Rapat itu membahas konversi di Jakarta yang masih tambal sulam karena banyak daerah yang belum siap. Namun ironisnya, pasokan minyak tanah malah sudah banyak yang dikurangi."Seharusnya tidak dikurangi secara drastis tetapi pelan-pelan," imbuh Ismarlan.Menurutnya, Pemda DKI sudah membentuk kelompok kerja (pokja) mengingat konversi minyak tanah merupakan kebijakan pusat.Permintaan untuk mengkaji ulang konversi minyak tanah di beberapa wilayah Jakarta seperti Tambora ini sudah disampaikan kepada Gubernur DKI Sutiyoso. Menurut Ismarlan, kawasan yang padat penduduk dan berekonomi rendah masih belum siap menerima gas elpiji."Tapi mereka malah diberikan gas," cetusnya.
(nvt/ana)










































