Rusun Marunda Belum Layak Huni

Rusun Marunda Belum Layak Huni

- detikNews
Selasa, 21 Agu 2007 16:16 WIB
Jakarta - Warga kolong tol akan segera dibersihkan mulai pekan depan. Salah satu alternatif pilihan lahan pengganti adalah rusun Marunda, Jakarta Utara. Bagaimana sebenarnya kondisi rusun itu? detikcom mencoba memastikan rusun yang terletak di tepi laut Jawa itu.Ternyata, rusun itu belum sepenuhnya rampung digarap. Dari 4 cluster yang direncanakan (tiap cluster mampu menampung 1.080 KK), baru terbangun satu cluster. Satu cluster terdiri 6 lantai. Itu pun baru siap 780 pintu. "Nggak boleh lihat. Harus izin dulu ke dinas perumahan," kata Samidi (40), satpam jaga, ketika detikcom hendak mengecek kondisi perpintu, Selasa (21/8/2007).Pantauan pun terhalang di lantai satu. Memang gedung/tembok sudah berdiri dengan cat rapi berwarna kuning gading. Instalasi listrik sudah siap pasang, sedangkan pipa air telah terhubung. Beberapa pekerja bangunan masih terlihat sibuk mengerjakan bangunan. Namun tidak terlihat alat berat turut membantu.Tapi itu semua menjadi percuma. Lantaran aliran listrik belum mengalir sehingga air pun tidak bisa mengalir. "Wah, dua tiga bulan lagi baru bisa dihuni," ucap Samidi.Belum layaknya hunian rusun Marunda dibenarkan oleh Dinas Perumahan DKI Jakarta. Menurut Kasubdis Dinas Perumahan DKI, Putu Indiana, rusun itu baru bisa didiami 1 hingga 2 bulan mendatang. "Listrik belum bisa. Air sudah ada, tapi nggak ada listrik, nggak mengalir, " kata Putu saat dihubungi.Permasalahan lain, tidak semua warga kolong tol bakal tertampung. Sebab, untuk dapat pindah ke rusun, warga harus mempunyai KTP DKI. "Kalau nggak ada KTP DKI, nggak boleh tiggal di situ," tambah Putu.Selain itu, secara geografis rusun Marunda jauh dari pusat kota Jakarta. Untuk mencapai Tanjung Priok saja dibutuhkan waktu setengah jam. Belum lagi ke Pluit, Penjaringan ataupun Sunter. Wilayah itu merupakan ladang penghasilan bagi warga kolong tol yang kebanyakan sebagai pemulung. "Dipindah mau, tapi yang dekat dengan pekerjaan. Kalau di Marunda jauh banget," keluh Namiah (35), warga kolong tol Sungai Bambu, Tanjung Priok. Selain akses pekerjaan sulit, rusun Marunda jauh dari fasilitas publik seperti pasar, sekolah dan kesehatan. Sekolah Dasar (SD) terdekat berjarak 5 KM. Angkutan umum pun masih jarang melintas di jalan Rusun Marunda. (Ari/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads