Budaya Budak di Arab-Malaysia Picu TKI Dianiaya Majikan

Budaya Budak di Arab-Malaysia Picu TKI Dianiaya Majikan

- detikNews
Selasa, 21 Agu 2007 14:39 WIB
Jakarta - Sejumlah TKI yang bekerja di Arab Saudi dan Malaysia kerap mengalami penganiayaan oleh majikan. Struktur sosial dan budaya masyarakat kedua negara itu menjadi salah satu penyebabnya."Memang begitu, kebudayaan mereka itu membeli budak," kata Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta kepada detikcom.Hal itu disampaikan dia di sela-sela lokakarya 'Osteoporosis menurunkan produktivitas bangsa' di Hotel Shangri-La, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (21/8/2007).Itu sebabnya, lanjut dia, bukan hanya Indonesia yang harus memperbaiki diri untuk mengatasi masalah TKI. Pemerintah Arab dan Malaysia juga harus bertindak."Dalam kerjasama itu, kedua negara itu juga harus memberikan sanksi pada warganya yang sewenang-wenang," ujar Meutia.Dia juga mengingatkan agar kelengkapan diri TKI diperhatikan pemerintah. Jangan sampai pilihan TKI yang terbatas dalam pekerjaan sektor domestik itu dipersulit lagi."Jangan sampai dengan pilihan itu, tidak disertai dengan pemberian kelengkapan pada mereka untuk bisa bekerja dengan baik. Identitasnya harus benar, ada pengetahuan tentang kebudayaan di sana, lalu bagaimana minta pertolongan. Kemudian kalau paspor dipegang majikan, harus ada ID yang berfungsi sebagai paspor," pesannya. (fiq/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait