BMG:
Kemarau Tak Berarti Tanpa Hujan
Selasa, 21 Agu 2007 12:50 WIB
Jakarta - Mendung tidak selalu berarti hujan. Begitu pula saat kemarau alias musim kering, bukan berarti hujan tidak akan mengguyur. Peluang hujan masih tetap ada.Seperti yang terjadi di Jabodetabek dan beberapa daerah lain di Nusantara. Meski secara umum musim hujan baru akan datang September mendatang, namun hujan sudah mulai mengguyur. Mengapa hujan datang sebelum musimnya? Pertanda apa ini?Staf Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Kukuh Ribudiyanto menjelaskan, hujan yang datang sebelum tiba musimnya bukanlah hal yang baru. Ada beberapa alasan yang menyebabkan peristiwa itu terjadi."Untuk daerah Jabodetabek, kelembabannya tinggi. Suhu muka laut di utara Jakarta dan Selat Sunda masih cukup hangat, sehingga mampu menyuplai uap air," bebernya dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (21/8/2007).Selain itu, sambung Kukuh, terjadi tekanan rendah pada air regional di sebelah barat Sumatera. Karena itu, laju angin ke arah utara pun terhambat."Karena kondisi kelembaban tinggi, radiasi matahari bagus, terjadi penguapan di Jabodetabek. Awan pun terbentuk, dan terjadilah titik-titik hujan," jelas dia.Dijelaskan dia, suatu daerah dikatakan memasuki musim hujan bila curah hujan di atas 30 mm dalam 10 hari berturut-turut, atau 150 mm dalam sebulan."Sekarang ini masih 20 mm atau 16 mm dalam 24 jam. Jadi ya belum bisa dikatakan masuk musim penghujan," pungkas Kukuh.
(nvt/sss)











































