Menhub Ingin Tidak Ada Lagi Pilot yang Ugal-ugalan

Menhub Ingin Tidak Ada Lagi Pilot yang Ugal-ugalan

- detikNews
Selasa, 21 Agu 2007 11:42 WIB
Yogyakarta - Insiden penyerobotan runway di Bandara Juanda oleh pilot Adam Air terhadap Batavia Air disesalkan. Kedua pesawat itu nyaris tabrakan. Menteri Perhubungan (Menhub) juga menyesalkan insiden tersebut. Dia berharap sekarang tak ada lagi pilot yang ugal-ugalan saat menjalankan pesawat. Menhub meminta agar semua pilot patuh kepada kode etik dan memenuhi instruksi yang di berikan Air Traffic Control (ATC). "Soal pesawat Adam Air yang masuk runway di Juanda, pihak Adam Air sudah meng-grounded pilot. Kita masih menunggu hasil KNKT. Kalau memang kesalahannya fatal, kita perpanjang groundednya. Kita akan lakukan tindakan enforcement. Di udara itu tidak boleh ugal-ugalan," kata Menhub. Hal itu dikatakan Menhub saat menjawab pertanyaan wartawan seusai melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di gedung Pracimosono, Kepatihan Yogyakarta, Selasa (21/8/2007).Menhub menyatakan, transportasi di udara itu bukan seperti transportasi darat. Demikian pula dengan di darat sendiri. Pihaknya juga tidak ingin ada sopir yang mengendarai dengan ugal-ugalan. "Di udara tak boleh ada pilot ugal-ugalan. Semua ada kode etiknya, semua harus penuhi instruksi yang diberikan oleh ATC," tegas diaMengenai kasus Adam Air di Bandara Juanda, Menhub masih menunggu hasil laporan dari tim KNKT. Bila ada pilot yang ugal-ugalan dan tidak memenuhi aturan, harus dilakukan tindakan sesuai peraturan. Sebab saat ini yang lebih penting lagi adalah mengembalikan citra transportasi udara. "Turunkan angka kecelakaan dan benih-benih kecelakaan," kata mantan PT Dirut Dirgantara Indonesia (DI) itu.Dia menambahkan berkaitan dengan meningkatnya pertumbuhan maskapai penerbangan di Indonesia, pihaknya juga ingin melakukan pengaturan terhadap ATC. Caranya dengan melakukan perubahan, yakni dari lima provider menjadi single provider ATC. Selain itu Dephub juga akan melakukan pembenahan dan perbaikan terhadap infrastruktur, seperti radar dan berbagai alat navigasi udara."Pembenahan akan terus kita lakukan. Jadi bila ada persoalan, bukannya kita cegah tapi harus kita cari solusinya. Selain itu perbaikan manajemen juga dilakukan agar ada single provider dari ATC. Kita berharap hingga tahun 2008 sudah dapat kita selesaikan semuanya," demikian Menhub. (bgs/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads