Lapindo Picu Badai Interupsi di Sidang Paripurna DPR
Selasa, 21 Agu 2007 11:26 WIB
Jakarta - Sidang paripurna pertama masa persidangan DPR 2007/2008 digelar. Dalam sidang tersebut, interupsi datang bertubi-tubi bak badai yang sedang mengamuk.Interupsi terjadi karena jadwal paripurna diubah dari kesepakatan yang dibuat dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) Juli 2007 lalu.Interupsi semakin mengeras ketika agenda pengambilan keputusan terkait usul interpelasi Lapindo dijadikan agenda ketiga. Padahal dalam keputusan Bamus, agenda Lapindo diletakkan sebagai agenda pertama."Pimpinan, apakah boleh keputusan Bamus dianulir oleh Pimpinan dan Sekjen DPR? Kalau bisa dianulir ngapain ada rapat Bamus," kata anggota FDIP Ario Bimo saat interupsi dengan nada tinggi.Hal itu disampaikan dia dalam rapat paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/8/2007).Interupsi yang sama disampaikan anggota FKB Saidah Sakwan. Menurutnya, keputusan Bamus merupakan keputusan tertinggi yang mengikat. Karena itu, keputusan Bamus harus dipatuhi dalam paripurna tersebut."Sebaiknya kita menjunjung tinggi keputusan Bamus dan meletakkan agenda soal Lapindo di agenda pertama," ucap Saidah."Sekjen mencatat, Lapindo itu ada di agenda ketiga. Jadi kalau kita ubah ya silakan saja di paripurna ini," tukas Ketua Sidang Paripurna Muhaimin Iskandar.Menanggapi statemen itu, kubu yang mendukung dan menolak pengubahan agenda sidang pun beradu teriak. "Lanjut, lanjut!" teriak kubu yang tidak menghendaki interpelasi Lapindo menjadi agenda pertama sidang. Kubu ini adalah FPG dan FPD.Sedangkan kubu yang menghendaki interpelasi Lapindo menjadi agenda pertama sidang terus menerus memencet tombol mikrophone untuk menginterupsi. Mereka dari FPDIP dan FKB."Bagaimana ini, mau dilanjutkan atau tidak?" tanya Muhaimin.Karena suara yang meminta sidang dilanjutkan terdengar lebih banyak, akhirnya dia mengetuk palu tanda sidang berlanjut sebagaimana agenda semula. Akhirnya, agenda pertama sidang yaitu mendengar pendapat fraksi-fraksi terhadap pidato Presiden SBY terkait RAPBN 2008 pun berlangsung.Sidang tersebut dimulai pukul 10.00 WIB. Sekitar 300 orang dari 550 anggota DPR hadir dalam sidang itu.
(nvt/ana)











































