Catatan dari Hong Kong
Upaya Menyadarkan TKI Lesbian
Selasa, 21 Agu 2007 08:35 WIB
Hong Kong - Perilaku lesbian pada sebagian TKI di Hong Kong bukannya tidak menjadi perhatian sesama TKI. Sejauh ini pendekatan-pendekatan pribadi dinilai efektif untuk merangkul mereka.Menjadi teman bicara yang baik adalah cara yang digunakan sumber detikcom - sebut saja Jasmine - untuk menyadarkan mereka. Posisi Jasmine sebagai majikan TKI dan pemilik sebuah tempat karaoke di Causeway Bay, Hong Kong membuatnya dikenal banyak TKI lesbian. "Pembantu saya sendiri lesbian, namanya Boy. Nama pacarnya Ike," ujar dia.Ketika menyadari pembantunya lesbian, Jasmine memilih posisi sebagai ibu yang melindungi anak-anaknya. "Saya kasihan sama mereka. Mereka mau terbuka karena sudah menganggap saya kakak atau ibu," ujarnya.Jasmine sempat syok saat mendengar Boy dan Ike nekat menikah di kampung halamannya di Jombang saat itu. Jatidiri Boy terungkap dan nyaris dihakimi massa di kampungnya. Mereka berdua secara terpisah melarikan diri kembali keHong Kong dalam waktu yang berbeda."Waktu ketemu lagi dengan mereka, saya cuma ingatkan, masa depan apa yang mau dia raih dengan gaya hidup seperti ini? Apa nggak ingin punya suami sungguhan," kata Jasmine.Jasmine secara perlahan memisahkan Ike dengan Boy untuk kebaikan mereka. Ike bahkan sudah mulai menjalin hubungan dengan pria lain, kali ini pria tulen. Situasi ini kemudian melahirkan konflik dengan Boy."Puncaknya saat Boy kerja sama saya, dia mengundang Ike bermain ke rumah, dan tahu-tahu Boy sudah mencekik Ike di kamar tidurnya. Saya digampar karena mencoba menyelamatkan Ike, dan kerabat saya balik menggampar Boy," ujarnya dengan nada sedih.Jasmine kemudian memulangkan Boy secara paksa ke Indonesia. Sementara Ike pindah dari Hong Kong. Namun untungnya Boy disadarkan dengan peristiwa itu. Terakhir kali Boy menghubungi Jasmine, dia mengatakan bekerja sebagai TKI diTaiwan."Dia bilang rambutnya dipanjangkan dan ada cowok yang sekarang lagi naksir dia. Saya ikut senang dengan cerita ini," lanjut Jasmine. Berbagai pendekatan dari kelompok dakwah TKI juga dilakukan untuk merangkul teman-teman mereka yang lesbian. Memposisikan diri sebagai teman yang mau mendengarkan keluh kesah mereka adalah awal untuk dapat merangkul mereka."Alhamdulillah, banyak kok yang mau mendengarkan kita. Banyak yang sadar dan malah sekarang berkerudung. Kita selalu membuka komunikasi untuk bisa merangkul mereka," ujar seorang aktivis dakwah di Causeway Bay.
(fay/asy)











































