Muhammadiyah Gelar Simposium Satukan Kalender Islam

Muhammadiyah Gelar Simposium Satukan Kalender Islam

- detikNews
Senin, 20 Agu 2007 23:02 WIB
Jakarta - Perbedaan awal Ramadhan atau 1 Syawal kerap memicu kebingungan di kalangan umat Islam. Hal itu pun mendapat perhatian khusus Muhammadiyah. Sebuah rencana simposium internasional tentang penyatuan kalender Islam digulirkan Muhammadiyah, termasuk penentuan Idul Fitri tahun ini."Simposium ini untuk menyamakan pandangan, khususnya pendekatan, didalammenentukan kalender islam, khususnya satu Ramadhan, 1 Syawal, dan 10 Dzulhijah yang selama ini masih ada perbedaan pendapat dan pendekatan," ujar Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2007).Din tidak menyangkal dalam pertemuan ini akan kembali ada perbedaan pandangan atau pendapat. Bila nantinya tidak ditemukan persamaan, Din mengatakan akan terus berusaha dengan menggelar pertemuan serupa pada tahun mendatang."Kalau belum selesai dengan simposium sekali ini kita akan ulang lagi. Kita tidak akan berputus asa, tapi marilah umat islam saling bertoleransi," ujar Din.Simposium internasional tersebut, rencananya akan digelar selama 3 haripada 4,5, dan 6 September 2007 di Hotel Sahid, Jakarta, dan akan dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla. Sejumlah tokoh dari luar negeri yang totalnya berjumlah 20 orang sudah diundang untuk hadir, salah satunya adalah ulama terkemuka Yusuf Al-Qardhawi."Kita berharap Prof Dr Yusuf Al-Qardhawi datang. Beliau bermukim diQatar. Ada juga mufti dari Yordan, Mesir, dan juga ahli dari lembaga hisab dan rukyat dari Eropa dan AS," imbuh Din.Tak terkecuali undangan juga dilayangkan pada perwakilan ormas-ormas Islamdi Indonesia yang mempunyai lembaga falak. "Wakil dari ormas di Indonesia, yang ada lembaga Falak. PBNU, Al-Irsyad, Persis, dan sebagainya jumlahnya 100 orang," pungkasnya. (gah/mly)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads