Sultan: Kita Belum Punya Budaya yang Bersemi di Sanubari Rakyat

Sultan: Kita Belum Punya Budaya yang Bersemi di Sanubari Rakyat

- detikNews
Senin, 20 Agu 2007 19:57 WIB
Yogyakarta - Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan Indonesia belum mempunyai budaya yang mampu bersemi di dalam sanubari rakyat. Akibatnya, identitas budaya yang muncul tidak mengakar kuat di tengah maraknya kapitalisme dan globalisasi. Hal itu disampaikan Sultan saat memberikan kuliah umum di hadapan 8 ribu mahasiswa baru di halaman Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur Yogyakarta, Senin (20/8/2007). "Indonesia belum punya budaya yang bersemi dalam sanubari rakyatnya. Belum ada budaya yang benar-benar mengakar," kata Sultan. Buktinya. kata dia, masyarakat cenderung mengikuti gaya hidup seperti yang disiarkan dalam acara-acara televisi. Gaya hidup masyarakat lebih banyak disetting oleh kapitalisme dunia yang adidaya. Mulai dari makanan, pakaian hingga selera musik semuanya dibuat homogen. Namun sayangnya masyarakat malah membangga-banggakan hal tersebut. Kapitalisme global membuat masyarakat menyenangi sesuatu yang homogen. Budaya yang tadinya variatif menjadi sama. Contohnya siaran-siaran televisi membuat masyarakat Indonesia menirunya. "Jadi miskinnya budaya kita itu karena arus globalisasi yang semakin gencar. Jika kalau kita hanya mengikuti globalisai, maka budaya kita akan tereliminasi dan tidak ada identitas bangsa dari budaya," kata anggota Majelis Wali Amanat (MWA) UGM itu.Mengakhiri pidatonya, Sultan Hamengku Buwono X berpesan untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme dan tetap menjaga budaya untuk menjadi identitas nasional. Bhineka Tunggal Ika hendaknya tidak hanya menjadi slogan saja tetapi benar-benar ditanamkan dalam hati sanubari masyarakat Indonesia. Dengan demikian dalam situasi krisis masyarakat Indonesia tetap bersatu dalam kebhinneka tunggal ika-an. (bgs/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait