Pemasukan DKI Cuma Rp 9,5 T
Senin, 20 Agu 2007 18:12 WIB
Jakarta - Target pendapatan asli daerah (PAD) Jakarta tahun 2007 meleset. Pemasukannya tidak mencapai target sebesar Rp 10,3 triliun, melainkan cuma Rp 9,5 triliun."Ini dampak dari kondisi makro negara yang tidak stabil dan masa pilkada kemarin," kata Wakil Gubernur Fauzi Bowo sebelum rapat APBD 2007 di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2007).Fauzi mengungkapkan pertumbuhan ekonomi nasional turun dari 6,61 persen menjadi 6,4 persen. Selain itu ada pengaruh fluktuasi nilai tukar rupiah. Tidak stabilnya nilai tukar rupiah berpengaruh pada pembelian barang impor."Untuk patokan dolar kita pakai patokan Rp 9.100, tapi kenyataanya sekarang nilai tukar dolar Rp 9.300 sampai Rp 9.400. Jadi bukan karena kinerja dinas pendapatan daerah tidak baik," kata gubernur terpilih DKI ini.Jakarta membukukan PAD 2007 sebesar Rp 9,5 triliun, nilai ini di bawah target sebesar Rp 10,3 triliun.Tidak tercapainya target itu, membuat Pemprov DKI membahas perubahan anggaran. Perubahan ini akan dilakukan setelah memantau kondisi perekonomian tiga bulan ke depan higga akhir bulan Ramadhan. Fauzi Bowo meramalkan perkonomian di bulan Ramadhan akan naik karena banyak orang yang membelanjakan uangnya. Namun meningkatnya perekonomian itu akan beriringan dengan meningkatnya laju inflasi."Pembahasan anggaran tidak mempengaruhi program prioritas, seperti pelayanan warga miskin. Yang terkena dampaknya adalah program-program yang belum jalan," jelas Fauzi.
(nal/sss)











































