Jangan Jadikan Keliling Pasar Sebagai Tes Utama Anggota KPU

Jangan Jadikan Keliling Pasar Sebagai Tes Utama Anggota KPU

- detikNews
Senin, 20 Agu 2007 14:50 WIB
Jakarta - 45 Calon anggota KPU yang lolos psikotes akan diajak keliling ke berbagai tempat seperti pasar, museum, TMII, dan KPUD DKI Jakarta. Berbagai wanti-wanti ke Panitia Seleksi (Pansel) KPU pun bermunculan.Lingkar Madani Indonesia (Lima) berpendapat, tim seleksi sebaiknya memperkuat seleksi dengan motode dan cara yang mengarah kepada penggalian kompetensi, pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola Pemilu 2009 yang akan datang."Kompetensi diluar tujuan utama itu (seperti keliling pasar dan sebagainya) sekalipun penting, tetap hanya sebagai pendukung, bukan tes utama," ujar Direktur Lima Ray Rangkuti kepada detikcom, Senin (20/8/2007).Ditambahkan dia, tes wawancara kepada para calon anggota KPU itu hendaknya relevan untuk mempertanyakan maksud dan tujuan tim seleksi melakukan berbagai kunjungan ke berbagai tempat."Untuk kepentingan penggalian kompetensi pengetahuan dan pengalaman dalam pemilu tersebut, tim seleksi sebaiknya meminta bantuan lembaga-lembaga yang memiliki keterlibatan dan pengalaman dalam kepemiluan," lanjut Ray.Diimbuhkannya, lembaga manapun yang dipilih oleh tim seleksi harus dilakukan secara transparan dan diumumkan kepada publik. Pengalaman tes tertulis (psikotes) yang mendapat kritikan secara luas, sebaiknya dijadikan pansel sebagai pengalaman.Hal ini, sambung Ray, agar sesuai dengan amanah UU 22/2007 tentang Penyelenggara Pemilu. "Jadi seleksi yang dilakukan harus bertujuan untuk mendapatkan calon anggota KPU yang memiliki kompetensi, pengetahuan, dan pengalaman dalam mengelola dan menyelenggarakan pemilu," pungkasnya. (nvt/ana)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait