Demo Guru Dapat Hambat Anggaran Pendidikan 20%
Senin, 20 Agu 2007 13:55 WIB
Jakarta - Demo guru bisa menghambat perputaran perekonomian di Indonesa. Akibatnya, pemenuhan anggaran pendidikan 20 persen dari APBN akan sulit terpenuhi."Kalau ditinggal demo terus, bagaimana bisa baik. Dan bagaimana ekonomi bisa jalan," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla.Hal itu disampaikan Kalla saat melepas guru-guru favorit se Indonesia yang akan studi banding ke negara-negara di Asia Tenggara di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2007).Kalla mengatakan, anggaran 20% untuk pendidikan memang belum dapat terpenuhi. Namun selama tahun 2005 hingga 2007 anggaran tersebut mengalami kenaikan 2 kali lipat. Menurut Kalla, tidak ada anggara lain yang mengalami kenaikan luar biasa seperti itu."Anggaran memang penting, tapi bukan satu-satunya yang bisa meningkatkan kualitas pendidikan. Sistem dan cara mengajar yang baik juga penting," ujar Kalla.Kalla kembali mengingatkan, gaji guru tidak masuk dalam anggaran pendidikan 20 persen tersebut. Jadi, bisa saja gaji guru tidak naik, meski anggaran pendidikan 20 persen sudah terpenuhi. "Jadi banyak guru demo agar dimasukkan. Dan menurut saya, guru-guru memang harus berpikir seperti itu," tandas dia.
(ken/asy)











































