Lahar Dingin Gunung Karangetang Ancam Ribuan Warga Siau
Senin, 20 Agu 2007 13:54 WIB
Manado - Ribuan warga Pulau Siau, Kabupaten Sitaro (Siau, Tagulandang, Biaro), termasuk yang terpaksa diungsikan di pendopo kantor camat Siau Timur dan gedung Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) Bowongposo, kini terancam longsoran lahar dingin, akibat hujan yang turun sejak pagi ini. Roy Katiandagho, salah seorang warga Siau, yang dihubungi Senin (20/08/2007) dari Manado mengungkapkan, setelah sempat dibuat panik dengan letusan disertai lelehan lahar panas Gubung Karangetang pada Sabtu (18/8/2007) pukul 24.00 Wita, warga kini diliputi kekhawatiran ancaman longsoran lahar dingin akibat turunnya hujan. Menurut karyawan Bank Sulut Cabang Pembantu Siau itu, Gunung Karangetang masih terus "batuk-batuk". Gunung berapi teraktif di Sulut tersebut juga masih mengeluarkan lahar panas meski dalam volume yang tak terlalu besar. "Dari kantor saya bisa kelihatan lahar yang keluar dari kepundan Karangetang. Hanya saja karena siang, tidak terlalu jelas. Jika malam, sangat jelas warnanya yang merah," tutur Roy mencoba menggambarkan aktivitas gunung api yang oleh warga Siau sudah dianggap sebagai sesuatu yang lumrah itu. Camat Siau Timur, R. Areros yang dihubungi terpisah mengungkapkan saat ini terdapat 415 jiwa dari 125 kepala keluarga (KK) asal Desa Dame Satu yang ditampung di pendopo Kantor Camat Siau Timur. Selain itu, 159 jiwa (55 KK) dari Desa Petahabeng yang diungsikan ke gedung GMIST Imanuel Bowongposo. "Mereka ini umumnya penduduk yang tinggal di kaki Karangetang," jelasnya. Sementara, Penjabat Bupati Sitaro, Idrus Mokodompit, menegaskan hingga saat ini pihaknya belum menerima adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, kata dia, Pemerintah Kabupaten Sitaro, terus melakukan pemantauan ke sejumlah daerah yang terdekat dengan lokasi bencana untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang timbul. Untuk menghindari korban jiwa, Pemkab Sitaro kata dia sudah mengimbau masyarakat yang tinggal dekat lokasi bencana agar sedapat mungkin mencari lokasi yang aman. "Sampai siang ini statusnya masih awas," ujar Mokodompit. Hujan yang turun sejak pagi tadi, paparnya, sudah diantisipasi dengan menyiapkan dam-dam penampung, agar lahar dingin tak sampai ke pemukiman.
(djo/djo)











































