Gesekan KY & MA Belum Berakhir
Senin, 20 Agu 2007 13:52 WIB
Jakarta - Gesekan antara Komisi Yudisial (KY) dengan Mahkamah Agung (MA) tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda. MA masih merasakan sikap apriori KY."KY sebagian apriori pada MA. Contohnya, soal usulan masa jabatan hakim agung 70 tahun," kata Ketua MA Bagir Manan di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (20/8/2007).Dia mengatakan, KY selalu melihat paradigma lama dalam menilai MA. Padahal MA yang sekarang bukanlah MA 7 tahun yang lalu.Sikap apriori KY yang seperti itu justru menyulitkan MA melakukan perubahan. "Kita tidak bisa melakukan perubahan bila kita dianggap tidak bisa apa-apa," kata Bagir.Soal istilah-istilah seperti adanya mafia peradilan, Bagir meminta KY melihat apa yang ada di lapangan. Jangan hanya menggunakan asumsi-asumsi yang tidak memiliki dasar. "Jadi tidak hanya mutar-mutar dengan istilah-istilah saja," kata dia.Karena itu, dia mengingatkan para hakim agung agar tidak terpengaruh dengan penilaian-penilaian semacam itu."Yang penting kita selama 7 tahun sudah mencapai kemajuan," katanya.Dia juga mengingatkan lagi semua pihak agar paham dengan posisi MA yang tugasnya membenahi independensi hakim yang bermasalah pada orde sebelumnya."Kita sedang mencuci piring, memperbaiki tembok yang rusak," cetusnya.
(umi/sss)











































