20 Satpol PP Lari Tunggang Langgang Diuber Warga Kolong Tol
Senin, 20 Agu 2007 11:59 WIB
Jakarta - Pendataan warga kolong tol yang dilakukan 20 Satpol PP nyaris berakhir anarkis. Warga yang emosi hampir saja menghajar mereka, sehingga para petugas ini langsung lari tunggang langgang dan tancap gas.Peristiwa itu terjadi pukul 11.25 WIB, Senin (20/8/2007). Saat itu petugas sedang menyebarkan form berisi identitas diri di kolong Tol Jembatan TIga, Kelurahan Pejagalan, Jakut.Petugas meminta warga mengisi form tersebut dan langsung dikembalikan setelah diisi.Namun sejumlah warga kemudian menanyakan tujuan pendataan itu. Mereka curiga jangan-jangan pendataan terkait penggusuran yang akan dilakukan Pemprov DKI dan Departemen Pekerjaan Umum (DPU).Jawaban yang diberikan seorang anggota Satpol PP, Bambang, dinilai tidak memuaskan. "Saya tidak tahu, saya hanya ditugaskan untuk mendata," kata Bambang.Jawaban Bambang yang diulang-ulang itu membuat warga naik pitam, sehingga 100-an warga yang mengerumuni petugas mencecarnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama."Buat apa! Buat apa apa ini. Jangan-jangan buat gusuran," teriak warga sahut-sahutan.Bahkan warga sempat merebut sekitar puluhan form yang sudah diisi yang ada di tangan seorang petugas.Melihat warga yang mulai terbakar emosi, 20 petugas Satpol PP yang mengendari dua Toyota Kijang terbuka langsung lari tunggang langgang.Melihat petugas yang baru satu jam mendata itu kabur, warga makin emosi. Mereka lalu mengejar para petugas.Kejar-kejaran antara petugas dan warga berlangsung seru. Jarak antara warga dan petugas hanya 20 meter. Begitu petugas sampai ke mobil, mereka langsung tancap gas.Sementara warga yang emosi ditenangkan sesepuh kolong tol."Kami sebenarnya tidak apa-apa kalau didata. Tapi tujuannya yang jelas. Kami sebenarnya sudah siap pindah. Tapi jangan seperti ini. Kami jadi saling curiga," cetus seorang warga, Fadillah (51).
(umi/sss)











































