Pasca Letusan, Gunung Karangetang Berstatus Awas
Minggu, 19 Agu 2007 22:04 WIB
Jakarta - Status gunung Karangetang, Pulau Siau, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) ditingkatkan dari siaga menjadi awas. Peningkatan status itu dilakukan menyusul terjadinya strombolion, letusan mirip air mancur, setinggi 500 meter dari pucak gunung itu."Mulai 18 Agustus 2007 pukul 01.00 WITA sudah ditingkatkan menjadi awas," ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Departemen ESDM, Surono saat dihubungi detikcom, Minggu (19/8/2007).Menurut Surono, bunyi letusan yang terjadi pada kamis 16 Agustus 2007 itu cukup kuat. Material yang tersembur dari kawah gunung itu menyebar ke segala arah.Selain itu, lanjut Surono, status awas ditetapkan setelah terjadinya guguran lava pijar yang mencapai jarak hampir 2 km pada Jumat 17 Agustus 2007.Lava meluncur dari puncak gunung berketinggian 2000 meter itu melalui tiga kali, yakni kali Keping, Bahembang, dan Kahetang. Tumpukan lava di lereng selatan juga berpotensi menimbulkan guguran awan panas."Suara gemuruh juga seringkali terdengar," imbuh Surono.Surono mengatakan belum bisa memastikan kapan status awas akan diturunkan. "Saya tidak tahu, yang jelas sampai kondisi betul-betul kondusif dan ancamannya sudah berkurang," pungkas Surono.Gunung Karangetang adalah 1 dari 10 gunung api aktif tipe A yang berada di Sulut. Gunung ini pertama kali meletus pada 1675. Sebagai gunung api yang sangat aktif, masa istirahat gunung itu cukup singkat, berlangsung beberapa bulan kemudian meningkat kembali.
(irw/ary)











































