Insiden Batavia-Adam, Menara ATC, dan Lampu Ekor Pesawat
Minggu, 19 Agu 2007 17:13 WIB
Jakarta - Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya insiden Batavia Air dan AdamAir di landasan pacu 10 Bandara Juanda, Kamis 9 Agustus 2007 lalu. Dari tiang penyangga menara Air Traffic Control (ATC) hingga lampu ekor pesawat AdamAir yang tidak menyala.Hal tersebut diungkapkan Ketua Indonesia ATC Association (IATCA) Adri Gunawan Wibisono kepada detikcom, Minggu (19/8/2007).Waktu itu, cerita Adri, Batavia Air sudah rolling di landasan pacu 10, bersiap untuk take off. Pilot Batavia Air pun segera menyadari adanya pesawat lain dalam landasan pacunya dan mengadakan kontak dengan ATC."Batavia pun langsung melakukan pengereman mendadak," lanjut Adri.ATC pun sudah berusaha memanggil-manggil AdamAir yang nyelonong masuk ke landasan pacu. Komunikasi yang dilakukan ATC terhadap AdamAir sudah dialihkan dari ground control ke tower control. "Namun Adam belum mengadakan kontak kepada ATC tower control," jelas dia.Begitu dapat dikontak, ATC pun langsung menyuruh AdamAir masuk ke taxy way, untuk menunggu giliran take off."Kemungkinannya ada 2, pilot AdamAir tidak familiar dengan taxy way di Surabaya yang paralel dengan landasan pacu. Atau, tidak aware kalau sudah memasuki landasan pacu, karena waktu itu malam hari," ujar Adri.Faktor lainnya, pada waktu itu, lampu dekat ekor pesawat AdamAir tidak menyala. Padahal lampu tersebut seharusnya menyala, apalagi pada waktu malam hari. Sehingga, hal tersebut menyulitkan ATC yang melihat dari menara."Kenapa kok bisa sampai diizinkan terbang, padahal lampu belakangnya tidak menyala? Kemana inspekturnya?," kata Adri.Masalah lain, konstruksi bangunan menara ATC di Bandara Juanda yang masih baru. Tiang-tiang penyangga menara ATC menghalangi pandangan ATC pada titik pesawat akan mendarat (final aproach). Sehingga, ATC kesulitan untuk melihat saat-saat rawan pesawat akan mendarat."Saya waktu itu sudah memprotes konstruksi bangunan yang menghalangi pandangan ATC, pada Dephub maupun Angkasa Pura, namun tidak dihiraukan," imbuh AdriKetika disinggung mengenai adanya human error pada insiden ini, "Biar KNKT yang menyelidikinya. Menurut saya, dari ATC-nya sudah tidak bermasalah," tegas Adri yang juga melakukan investigasi terhadap insiden ini.
(nwk/asy)











































