Deplu Tuntut Ketegasan Malaysia Hukum Majikan Penyiksa TKI
Minggu, 19 Agu 2007 12:05 WIB
Jakarta -
Sebagaimana Arab Saudi, Malaysia juga disorot mengenai seringnya penganiayaan terhadap para tenaga kerja Indonesia (TKI). Pemerintah melalui Departemen Luar Negeri (Deplu) meminta pemerintah Malaysia bertindak tegas untuk menghukum para warga negaranya yang menyiksa dan menganiaya TKI. Permintaan ini disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda kepada wartawan seusai mengukuhkan 76 pemuda berprestasi peserta Program Duta Belia 2007 di Gedung Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta Pusat, Minggu (19/8/2007)."Memamng ini kejadian yang seringkali kita sesalkan. Kita minta ketegasan dari pemerintah Malaysia untuk menuntut pelaku-pelaku penganiayaan dan membawa mereka ke proses pengadilan. Dengan begitu, hal ini akan menjadi faktor penggetar bagi warga Malaysia lainnya yang mempekerjakan pembantu-pembantu dari Indonesia, agar memperlakukan pembantu-pembantu ini dengan baik," pinta Menlu. Menurut Menlu, kasus kekerasan yang menimpa TKI di luar negeri ini memang tidak mudah diselesaikan. "Tapi bukan berarti kita berhenti memberikan upaya perlindungan kepada warga. Hanya saja, kita berurusan dengan sektor informal," kata Menlu. Deplu sangat sukar menjangkau para TKI yang bekerja secara individual di negeri orang yang berangkat tanpa melalui prosedur yang legal. "Untuk yang bekerja di rumah-rumah secara individul, sukar untuk menjangkau mereka. Tapi, saya juga ingin tegaskan, di negara-negara yang sistem hukumnya jalan, para majikan ini dihukum berat. Karena itu, kita tuntut Malaysia untuk bertindak tegas untuk menghukum warga negara mereka," tegas Menlu. Saat ini, kata Menlu, Depnakertrans dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BPN2TKI) sedang mencari cara agar para TKI lebih terlindungi di negeri orang. "Tapi memang harus diakui ke dalam negeri, bahwa kita kesulitan menyediakan lapangan kerja. Karena itu, mereka bekerja dengan caranya sendiri pergi ke luar negeri, ada yang legal dan ada yang ilegal. Namun, bagaimana pun, mereka adalah warga kita yang harus kita lindungi," ujar dia. Selama ini sudah banyak para TKI yang menjadi korban kekerasan di Malaysia. Terbaru, adalah Kunarsih, yang tewas di tangan majikannya. Jenazah Kunarsih telah dibawa ke Demak, Jawa Tengah untuk dimakamkan hari ini.
(asy/mar)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































