Pidato Sana dan Sini Tak Ada Guna untuk Nasionalisme

Pidato Sana dan Sini Tak Ada Guna untuk Nasionalisme

- detikNews
Sabtu, 18 Agu 2007 17:01 WIB
Jakarta - Nasionalisme bukan lagi sekadar retorika. Berpidato sana dan sini tak ada lagi gunanya. Tapi sudah harus bertindak."Penanaman nasionalisme bukan lagi retorika, pidato sana dan sini saja. Harus dengan tindakan konkret," kata mantan Menneg Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Saifullah Yusuf dalam diskusi 'Menakar Nasionalisme' di Mario's Place, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/8/2007).Saifullah berpendapat, setelah Soekarno dan Soeharto, belum ada lagi sosok pemimpin negeri yang memiliki skenario jelas untuk membangun Indonesia."Dulu Soekarno menjadikan politik sebagai panglima, dan suka tidak suka, Soeharto punya rencana ekonomi yang jelas. Setelah itu, belum ada lagi pemimpin yang punya skenario untuk negeri ini," tandasnya.Saifullah yang dicopot dari Kabinet Indonesia Bersatu ini bercerita, sewaktu masih menjabat sebagai Menneg PPDT, dirinya kerap prihatin dengan keadaan daerah yang belum tersentuh pembangunan. Namun, lanjut dia, rakyat di sana tetap memiliki rasa nasionalisme yang luar biasa."Sewaktu mengunjungi daerah, tidak ada listrik, tidak ada jalan, mau sekolah juga tidak ada. Tapi saya lihat mereka itu punya kesabaran luar biasa untuk menunggu pembangunan dari pemerintah. Kesabaran itu juga suatu bentuk nasionalisme," ujarnya.Menurut dia, jika pemerintah tetap membiarkan kondisi daerah itu tetap tidak disentuh oleh pembangunan, bukan tidak mungkin suatu saat mereka akan memilih melepaskan diri dari Indonesia. (ken/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads