Antre Minyak Tanah Versus Nasionalisme

Antre Minyak Tanah Versus Nasionalisme

- detikNews
Sabtu, 18 Agu 2007 16:39 WIB
Jakarta - Punya rasa nasionalisme erat kaitannya dengan kesejahteraan. Selama masih antre panjang hanya untuk mendapatkan minyak tanah, nasionalisme bisa terkikis."Dari tahun 1960 sudah ada antre minyak tanah. Sekarang pun terjadi lagi. Jadi apa yang berubah. Buat rakyat kecil tidak ada," cetus sejarawan Universitas Indonesia Anhar Gonggong dalam diskusi 'Menakar Nasionalisme' di Mario's Place, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/8/2007).Menurut dia, kesejahteraan dan pemerataan pembangunan adalah harga mati agar rakyat tidak berpikir untuk melepaskan diri dari NKRI."Jadi sebenarnya gerakan separatis dapat diatasi jika pemerintah dapat memenuhi kebutuhan rakyatnya," ujar Anhar.Kasus pencurian dan penurunan bendera Merah Putih dari halaman rumah puluhan warga di Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menjelang 17 Agustus 2007 menjadi contoh terkikisnya nasionalisme. (ken/sss)


Berita Terkait