Militer Filipina Klaim Tembak Dulmatin
Sabtu, 18 Agu 2007 08:11 WIB
Jakarta - Kelompok Abu Sayaf terpecah menjadi kelompok kecil-kecil. Ini terjadi setelah terlukanya pemimpin mereka dalam pertempuran 3 hari di provinsi Sulu, Filipina Selatan pada pekan lalu.Hal ini dinyatakan pejabat senior militer Filipina. Ditegaskan bahwa pemimpin Abu Sayaf, Gumbahali Jumdail dan Dulmatin terluka setelah pertemuran di Maimbung pada 9 agustus lalu."Kami mendapat laporan mereka terpecah-pecah menjadi kelompok kecil dan mereka melakukan ini agar tidak mudah untuk dideteksi," kata Mayor Jenderal Ruben Rafael seperti dikutip dari Manila Times, Sabtu (18/8/2007).Namun menurut Rafael, justru dengan berbuat hal itu, militer akan dapat mudah melakukan pelacakan. "Akan mudah bagi kami, apalagi mereka membawa pimpinan yang terluka," tegas Rafael.Atas strategi kelompok Abu Sayyaf ini, pihak militer pun menjalankan aksi serupa. "Pasukan kita juga akan dibagi-bagi," kata jur bicara militer Filipina Letnan Kolonel Bartolome Bacarro.Sekitar 120 gerilyawan Abu Sayyaf terlibat pertempuran dengan pasukan pemerintah di Parang, Inda-nan, dan Maimbung pada 7-9 Agustus.Akibat pertepuran itu 27 tentara dikabarkan tewas dan 17 lainnya terluka. Sedang dipihak Abu Sayyaf dilaporkan pihak militer 42 anggotanya tewas.Dulmatin dipercayai sebagai otak bom Bali pada Oktober 2002 lalu yang menyebabkan 200 orang tewas. Dia dipercayai memiliki keahlian merakit bom, Amerika Serikat pun menghargai kepalanya hingga US$ 10 juta.Sebelumnya militer Filipna juga telah mengklaim bahwa Dulmatin telah mereka tembak dan bahkan tewas.
(ndr/)











































