Rumoh Aceh Escape Hill Juara Desain Museum Tsunami Aceh
Jumat, 17 Agu 2007 22:21 WIB
Aceh - Desain yang berjudul Rumoh Aceh Escape Hill karya M Ridwan Kamil memenangkan sayembara lomba desain museum tsunami Aceh. Desain ini mengalahkan 68 desain lainnya. Rencananya biaya pembangunan museum tsunami ini dianggarkan sekitar Rp 70 miliar. Pengumuman itu dikeluarkan panitia pada Jumat (17/08/2007) di Ruang Sultan Selim II, Aceh Community Center, Banda Aceh. Pemenang pertama berhak mengantongi hadiah Rp 100 juta, dari total hadiah Rp 275 juta. Sayembara lomba desain ini tak hanya memilih 3 karya terbaik, tetapi juga ada 5 pemenang untuk kategori inovatif dan 9 karya yang dinilai kreatif. Dari 153 karya yang masuk hanya 68 karya yang memenuhi seluruh persyaratan yang sudah ditetapkan panitia. "Kita memilih Rumoh Aceh Escape Hill sebagai pemenang karena dia hampir memenuhi semua kriteria penjurian. Tidak hanya sebuah bangunan monumen, tapi juga sebuah museum tsunami yang monumental. Sebuah bangunan yang mampu mengekspresikan kejadian tsunami 26 Desember," ungkap salah satu juri Kamal A Arief pada wartawan usai pengumuman. Jika dilihat dari desain konsep, Rumoh Aceh Escape Building ini -yang akan dibangun di atas areal 10.000 m2 ini- mengambil ide dasar Rumoh Aceh, rumah tradisional orang Aceh yang merupakan rumah panggung.Dari gambar yang ada, lantai pertama museum merupakan ruang terbuka sebagaimana rumah tradisional orang Aceh. Selain dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik, jika terjadi banjir atau tsunami lagi maka air yang datang tidak akan terhalangi lajunya. Tak hanya itu, unsur tradisional lainnya berupa tari Saman diterjemahkan dalam kulit luar bangunan eksterior. Yang menarik, desain museum ini memiliki escape hill, sebuah taman berbentuk bukit yang dapat dijadikan sebagai salah satu antisipasi lokasi penyelamatan terhadap datangnya banjir atau tsunami.Kemudian denah bangunan merupakan analogi dari epicenter sebuah gelombang laut tsunami. Museum ini juga mengandung nilai-nilai religi, seperti ruang yang disebut The Light of God. Ruang yang berbentuk sumur silinder yang menyorotkan cahaya ke atas sebuah lubang dengan tulisan arab Allah. Dan dinding sumur silinder juga dipenuhi nama-nama para korban. Selain itu ada sebuah lorong sempit yang agak remang, di sisi kiri dan kanannya ada air terjun yang dapat mengeluarkan suara gemuruh air. "Ini untuk mengingatkan kita pada suasana tsunami, kemudian juga ada the hill of light. Selain taman untuk evakuasi pengunjung juga dapat meletakkan karangan bunga, semacam personal space dan juga ada memorial hill serta ruang pameran," tambah Kamal.
(ray/ndr)











































