HUT ke-62 RI Tanpa Mega, PDIP Hujani SBY Kritik Pedas
Jumat, 17 Agu 2007 11:30 WIB
Jakarta -
Upacara 17 Agustus yang digelar DPP PDIP di markasnya tidak dihadiri Megawati Soekarnoputri. Ketidakhadiran Mega tidak menyurutkan semangat kadernya. Mega dan Taufik Kiemas baru akan nongol ke kantor pusat DPP PDIP itu pukul 13.00 WIB nanti untuk menyaksikan berbagai lomba yang digelar DPP PDIP.Absennya Mega bukan karena dia menghadiri Agustusan di Istana Merdeka, Jumat (17/8/2007) pagi ini, Mega memilih bergabung dengan warag di sekitar kediamannya, Kebagusan, Jaksel."Saat ini banyak pemimpin yang tidak kembali lagi ke rakyatnya. Acara di istana bersifat seremonial, jadi Bu Mega memilih merayakan di tengah-tengah rakyatnya. Tapi seremoni kenegaraan itu tetap diperlukan," kata Sekjen PDIP Pramono Anung.Pramono menyampaikan hal itu usai memimpin upacara di Kantor DPP PDIP Jl Lenteng Agung Raya, Jakarta Selatan.Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan kritik PDIP atas pidato Presiden SBY di hadapan anggota DPR, Kamis 16 Agustus kemarin.Pidato SBY dinilai tidak menggambarkan kondisi ekonomi makro yang riil. Sebab dalam 2 minggu terakhir, kurs rupiah turun dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di bawah angka psikologis."Ekonomi mikro seharusnya juga bisa digerakkan, tapi tidak maksimal," kata Pramono.Dia juga menilai aksi separatisme yang marak di Tanah Air menunjukkan buruknya kewibawaan pemerintah. Hal ini terbukti dengan insiden penurunan bendera di Aceh."Ini kan sesuatu yang hakiki dan prinsip sebagai sebuah simbol negara," kata Pramono.Dia pun menyayangkan anggaran pertahanan Rp 65 triliun yang dinilai sangat kurang. "Untuk menjaga Indonesia seluas ini perlu dana yang lebih banyak," ujarnya.Meski demikian, lanjut dia, PDIP memuji dan mendukung rencana SBY menaikkan gaji PNS sebanyak 20 persen.
(fiq/umi)










































