9 Kerabat Korban Meninggal Negatif Flu Burung
Kamis, 16 Agu 2007 17:58 WIB
Denpasar - Sembilan keluarga Ni Luh Putu sri Dwiantari (29), pasien flu burung yang meninggal, dinyatakan tidak terjangkit flu burung. Namun, anak korban yang telah meninggal dunia tidak dapat dipastikan terjangkit flu burung atau tidak.Demikian disampaikan Ketua Pelaksana Harian Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI) dalam jumpa pers usai Rakor Flu Burung, di Kantor Kepala Desa Dangin Tukad Aya, Negara, Jembrana, Kamis (16/08/2007).Selain itu, sucpect flu burung Kadek Narayani berusia 2 tahun 9 bulan yang masih menjalani perawatan di RSUP Sanglah, Denpasar juga dinyatakan negatif flu burung. "Dari hasil pemeriksaan, sembilan sampel darah kerabat korban dan bayi yang dirawat negatif flu burung," katanya.Sedangkan anak Dwiantari yang telah meninggal dunia tidak dapat dipastikan apakah terkena flu burung atau tidak. "Bisa saja ia patut diduga flu burung. Tetapi secara medis belum bisa dipastikan flu burung karena belum dilakukan uji laboratorium. Tidak akan dilakukan penelitian karena jenazahnya sudah dikubur. Jadi bisa ya, bisa tidak," katanya.Bayu mengatakan, Bali adalah daerah endemis flu burung. Sebanyak 140 desa se-Bali dinyatakan daerah flu burung. Di Jembrana, sebanyak 52 desa terjangkit flu burung. Pemerintah akan memberikan ganti rugi sebesar Rp 2.500 per ekor unggas yang dimusnahkan."Wisatawan diminta untuk tidak panik dalam menghadapi kejadian ini, tetapi harus mengetahui informasi yang benar. Kontrol ketat juga sudah diberlakukan di Bali," jelas Bayu.
(gds/djo)











































