62 Tahun Merdeka, Guru di Medan Masih Merasa Tertindas
Kamis, 16 Agu 2007 15:11 WIB
Medan -
Sekitar 150 guru yang tergabung dalam Solidaritas untuk Guru Berjuang menggelar aksi demo di Medan. Para pendidik ini menuntut pemerintah memperhatikan nasib guru. Para guru ini merasa selama 62 tahun Indonesia merdeka, tidak juga memberi perubahan pada nasib guru. Kaum pengajar ini mengaku masih tertindas.Para guru yang didukung mahasiswa dan buruh tersebut sebelumnya berkumpul di Bundaran Gatot Subroto, Jl Gatot Subroto, Medan, Sumut, Kamis (16/8/2007). Dari tempat tersebut mereka longmarch menuju DPRD Sumut, di Jalan Imam Bonjol, Medan. Longmarch ini sempat memacetkan arus lalu lintas di sekitar jalan-jalan yang dilewati massa.Dalam aksinya massa guru yang membawa sejumlah poster dan spanduk, mengecam pemerintahan SBY-Kalla. Mereka menilai pemerintah belum memberi perhatian terhadap perbaikan sistem pendidikan. Realisasi anggaran 20 persen dari APBN untuk sektor pendidikan masih belum terlihat."Pemerintah juga harus bertanggung jawab terhadap kasus-kasus penindasan terhadap guru yang kritis," kata Reynaldi Gultom, koordinator aksi.Para guru juga meminta pemerintah daerah membuat regulasi yang dapat membela nasib guru. Di antaranya pesangon untuk guru yang dipecat secara sepihak dari sekolah karena bersikap kritis. Masalah-masalah kecurangan dalam Ujian Nasional juga diminta diselesaikan.Aksi yang dimulai pukul 13.00 Wib ini. masih berlangsung hingga pukul 14.30 Wib. Sejauh ini belum ada anggota DPRD Sumut yang menerima delegasi massa. Sementara polisi dari Poltabes Medan yang berjaga-jaga sekitar 40 orang.
(rul/djo)










































