Menakar Duet Yusril - Gus Ipul pada Pemilu 2009

Menakar Duet Yusril - Gus Ipul pada Pemilu 2009

- detikNews
Kamis, 16 Agu 2007 09:05 WIB
Menakar Duet Yusril - Gus Ipul pada Pemilu 2009
Jakarta - Dua tokoh ini memang berotak encer. Sebagai politisi, keduanya juga kaya manuver. Setelah didepak dari kursi menteri kabinet SBY-JK, Yusril Ihza Mahendra dan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul bermanuver lewat film Cheng Ho. Apakah ini terkait urusan politik 2009? Keduanya membantah. Terlepas dari bantahan mantan Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) dan mantan Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, tayangan film Cheng Ho di televisi swasta di Indonesia akan mengiringi hiruk pikuk politik menjelang 2009. Rencananya, film Cheng Ho yang terdiri dari 26 episode ini mulai diputar awal Februari 2008. Sedikitnya, film itu akan bisa dinikmati masyarakat Indonesia melalui layar kaca selama 6 bulan. Bila awal Februari dimulai, maka film yang mengisahkan ksatria dari Tiongkok yang membawa misi perdamaian ini akan berakhir pada akhir Agustus 2008. Konstelasi politik di akhir Agustus 2008 diperkirakan mulai hingar bingar menyambut Pemilu 2009. Semua parpol akan mulai unjuk gigi dengan lebih dahsyat, baik parpol lama atau parpol baru. Sementara para tokoh yang memiliki 'insting' untuk menjadi presiden atau wakil presiden juga akan melakukan manuver-manuver politik: sering tampil di media dan turun menemui masyarakat. Dengan bermain film Laksamana Cheng Ho, posisi Yusril dan Gus Ipul bisa saja terdongkrak. Cara bermain film untuk mendongkrak citra di masyarakat merupakan cara baru yang dilakukan politisi. Apalagi film yang dibintangi keduanya memuat pesan yang jelas: sebagai juru damai di negeri-negeri. Gus Ipul pernah ditanya mengenai kaitan aktivitas politik dengan film ini, apalagi dia memilih memerankan Wikramawardhana, raja Majapahit yang mengalahkan Brewirabhumi yang juga mengaku sebagai Raja Majapahit. Gus Ipul tidak mau memerankan Brewibhumi yang mati. "Tidak ada, tidak ada. Jangan semuanya dikaitkan dengan politik. Kamu bisa saja," kata Gus Ipul. Hal senada juga disampaikan Yusril. Bahkan, Yusril menolak bicara soal politik dan memilih berbicara mengenai film Cheng Ho. Bahkan, di tahun mendatang, Yusril bertekad ingin memajukan dunia film Indonesia. Namun, dia mengaku tetap tidak akan meninggalkan dunia politik. Meski begitu, banyak pihak memprediksi Yusril dan Ipul akan membuat gebrakan untuk berduet dalam Pilpres 2009. Film Cheng Ho merupakan pintu masuknya. Bagaimana peluang keduanya bila duet ini jadi kenyataan? Yusril-Gus Ipul bisa menjadi tokoh baru. Apalagi sampai medio 2008 ini, belum ada tokoh baru yang muncul. Keduanya juga datang dari aliran berbeda dan memiliki fans yang cukup banyak. Yusril datang dari kalangan akademisi bergelar profesor, ahli hukum, dan kalangan muslim modernis. Yusril tercatat pernah menjadi menteri di era tiga presiden: Gus Dur, Mega, dan SBY. Sementara Gus Ipul datang dari kaum nahdliyin, kalangan muslim tradisional, dan sudah malang melintang di jalur organisasi kepemudaan. Dia menjadi salah satu ikon organisasi kepemudaan. Dia juga dikenal sebagai pelobi ulung. Di dunia politik, dia pernah menjadi kader PDIP, kemudian menjadi pimpinan di PKB, dan sekarang melompat ke PPP. Jabatan menteri di kabinet SBY-JK selama 2,5 tahun juga jadi bekal penting. Modal awal keduanya cukup banyak. Jangan lupa, keduanya juga berwajah tampan. Diperkirakan fans keduanya akan bertambah setelah film Laksamana Cheng Ho tayang. Mari kita tunggu hasil eksperimen Yusril-Gus Ipul melalui film Laksamana Cheng Ho ini! (asy/asy)


Berita Terkait