Laporan dari Bangkok
Gus Ipul Sediakan Yusril Selir
Kamis, 16 Agu 2007 07:31 WIB
Bangkok - Sebenarnya jatah Saifullah Yusuf untuk berakting sebagai raja Majapahit belum tiba. Namun pria yang akrab disapa Gus Ipul itu didaulat untuk mencoba perannya. Akhirnya mantan Menteri Percepatan Pembangunan Desa Tertinggal itu di-make-up dan pakaian kebesaran Raja Wikramawardhana dikenakan. Setelah semuanya beres, kini tinggal menunggu lawan mainnya, yakni Yusril Ihza Mahendra yang berperan sebagai Cheng Ho. Agak lama menunggu, karena Yusril - mantan Menkum dan HAM dan Mensesneg - harus syuting untuk pengambilan gambar.Dan akhirnya Yusril pun menyelesaikan pekerjaannya. Keduanya kini mulai pasang aksi. Gus Ipul tampak santai memerankan Raja Majapahit, sedang Yusril terlihat begitu serius. Bertempat di studio milik Kantata Film, di daerah Salaya, Bangkok Selatan yang bersetting kerajaan Thailand, Rabu (15/8/2007), akhirnya syuting uji coba pun dimulai. Action!"Selamat datang di negeri Majapahit, Laksamana Cheng Ho. Saya sudah siapkan selir-selir untuk Anda," kata Gus Ipul berbicara kepada Yusril seperti dilaporan wartawan detikcom Indra Subagja yang diundang secara khusus menyaksikan syuting film ini.Mendengar ucapan Gus Ipul itu, jelas gelak tawa pun terdengar dari sejumlah wartawan. Ucapan itu sejatinya memang tidak pernah ada dalam skenario, karena Cheng Ho datang untuk memberikan bantuan kepada Majapahit.Syuting latihan itu pun akhirnya di-cut. Saat menyelesaikan dialog itu, sebenarnya Gus Ipul pun langsung menyambutnya dengan tawa, sedang Yusril hanya terbengong-bengong.Adegan lalu diganti. Dibuatlah syuting latihan saat Raja Majaphit dan Cheng Ho meninjau tanah Majapahit. Lagi-lagi dialog mengundang tawa kembali terdengar. "Inilah tanah Majaphit, tempat terjadinya pertumpahan darah," ucap Gus Ipul dengan serius.Namun kini giliran Yusril yang membalas dengan canda. "Darah siapa yang tertumpah," tanya Yusril dengan tertawa.Cerita mengenai kedatangan Cheng Ho ke Majapahit ini sebenarnya untuk membantu Majapahit dalam menghadapi perang saudara. Kala itu dengan armada besarnya, utusan kaisar Cina ini menolong Wikramawardhana dalam perang saudara di Majapahit melawan Brewirabhumi.Akhirnya syuting yang rencananya latihan ini pun berakhir dengan tawa. "Kalau di Film, salah dialog kan bisa diulang, kalau di politik repot," komentar Gus Ipul mengakhiri syuting dadakan.
(ndr/asy)











































