Saat Anak Bertanya Soal Seks...

Saat Anak Bertanya Soal Seks...

- detikNews
Kamis, 16 Agu 2007 04:35 WIB
Jakarta - 'Lho, kok adik ada bolongnya, kok aku nggak?' Tak perlu khawatir jika pertanyaan ini dilontarkan anak anda saat melihat adiknya memiliki organ seksual yang berbeda. Obrolan soal seks pada usia dini jangan dianggap tabu."Seks itu hal yang natural. Jika anak laki-laki melihat adiknya yang perempuan memiliki 'benda' yang berbeda lalu jadi curious, orangtua harus menjelaskan. Punya kakak itu punya anak laki-laki, jadi pipisnya sama seperti papa. Kalau adik perempuan, jadi seperti mama," kata psikolog Frieda Mangunsong kepada detikcom.Hal itu dia sampaikan sebelum jumpa pers '10 Cara Menjadi Orangtua Efektif' di Hotel Gran Melia, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/8/2007).Menurut Frieda, masa keingintahuan anak akan organ seks cukup bervariasi. Umumnya, anak mulai bertanya saat anak sudah mulai berbicara, antara usia 18 bulan sampai 2 tahun. Rasa ingin tahu biasanya meningkat saat usia 3-4 tahun dan mulai mengenali bagian tubuhnya berbeda.Namun, lanjut Frieda, orangtua tidak perlu terlalu menjelaskan terlalu rinci kepada anak. Tergantung pada rasa ingin tahu dan puas tidaknya anak dengan jawaban orangtuanya."Pada anak usia 4-6 tahun, mereka biasanya makin ingin tahu. Mereka lalu bertanya, saya dan adik asalnya dari mana. Lalu dijelaskan mama, asalnya dari perut. Dia tanya lagi, keluarnya dari mana?" ujarnya memberi contoh.Untuk menjawabnya, orangtua cukup menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak. Misalnya memberi istilah 'pintu'."Bilang saja, itu ada pintunya. Lalu ditanya di mana pintunya? Itu di 'pipis' mama. Kok bisa kan 'pipis' kecil, kepala adik kan segini. Kita jelaskan, itulah kebesaran Tuhan, nak. Supaya adik bisa keluar, Tuhan bukakan pintu itu jadi besar," jelas Frieda.Dia menambahkan, rasa ingin tahu itu dirangsang oleh kemampuan panca indera anak. Mulai dari perlakuan yang dia terima dan yang dia lihat. Termasuk jika dia melihat adegan ciuman di televisi."Orangtua harus menjelaskan, bahwa ciuman itu salah satu cara menyatakan kasih sayang. Tapi caranya tidak hanya begitu saja. Kalau misalnya dia tanya, kok mbak di depan rumah seperti itu, kita bilang saja, itu mungkin mau jadi suami-istri," urainya.Yang paling penting, orangtua tidak perlu panik saat mendapat pertanyaan-pertanyaan serupa. "Kalau anak pertama mungkin agak bingung ya. Tapi orangtua tidak perlu panik. Anak pertama memang penuh trial and error," pungkasnya. (fiq/aba)


Berita Terkait