Kapal Pukat Harimau Asing Curi Ikan di Indonesia

Kapal Pukat Harimau Asing Curi Ikan di Indonesia

- detikNews
Rabu, 15 Agu 2007 18:57 WIB
Denpasar - Sebanyak 200 kapal ikan pukat harimau milik asing mencuri ikan di perairan Arafura. Kapal tersebut dituding mendapatkan izin dari oknum Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP).Keyakinan tersebut disampaikan Ketua III ATLI (Asosiasi Ikan Tuna Longline Indonesia) Kasdi Taman dalam jumpa pers di Sekretariar ATLI, jalan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (15/08/2007).Kasdi mengatakan kapal tersebut mencuri ikan dengan menyamar sebagai kapal Indonesia dengan menggunakan bendera dan nama Indonesia, tapi anak buah kapalnya orang asing. "Saat KRI datang, mereka telah menghilang duluan," kata dia. Kapal asing tersebut berasal dari Thailand, Cina, dan Korea. Bahkan, pada musim ikan, kapal asing tersebut memiliki pangkalan di perairan Indonesia. Kasdi berkeyakinan kapal tersebut adalah kapal asing karena kapal miliknya, yaitu Bandar Nelayan 38, yang sedang mencari ikan ditabrak oleh kapal pukat harimau asing dengan nama lambung Makahera 3 pada awal Agustus 2007. "Bagian depan kapal ikan saya rusak, tetapi saat ini masih bertahan di laut," kata dia. Hal serupa juga pernah terjadi pada bulan Maret 2007. Sebanyak 12 kapal ikan Indonesia ditabrak oleh kapal pukat harimau asing. "Bagaimana mungkin kapal pukat harimau Indonesia yang telah dilarang bisa berlayar lagi. Kapal pukat harimau itu adalah milik asing yang bukan ilegal. Artinya, dipastikan mendapatkan izin dari oknum di DKP," katanya.Sementara itu, ATLI (Asosiasi Ikan Tuna Longline Indonesia) mendesak DKP agar mencabut larangan berlayar setelah Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi mengundur batas waktu pemasangan alat monitoring kapal atau Vessel Monitoring System (VMS) pada kapal ikan hingga Desember 2007. "Setelah menteri menyetujui pengunduran tersebut, kami meminta agar DKP segera memberikan kembali Surat Izin Operasi dan Surat Izin Berlayar pada kapal ikan dengan kapasitas 100 GT," kata Sekjen ATLI Dwi Agus Siswa Putra di Sekretariat ATLI, jalan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (15/08/21007). (gds/asy)


Berita Terkait