Bendera Dicuri, TNI Tak Tambah Pasukan di Aceh
Rabu, 15 Agu 2007 15:08 WIB
Jakarta - Terkait penurunan 150 bendera merah putih di Lhokseumawe, TNI tidak akan melakukan penambahan pasukan di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). TNI tidak terlalu mengkhawatirkan situasi yang ada saat ini. "Sebagai negara yang berasal dari suku yang berbeda, keinginan separatis selalu ada. Tapi kalau kita konsekuen dengan MoU Helsinki, tidak ada kekhawatiran akan hal itu," kata Wakil Sementara Sekretaris Dinas Penerangan TNI AD Kolonel Aziz Ahmadi di Kartika Media Center AD, Jl Abdurrahman Saleh I No 46, Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2007). Menurut Aziz, hingga kini memang belum ada permintaan penambahan pasukan di Kodam Iskandar Muda. Yang ada adalah mengintensifkan personel yang sudah ada di NAD. Namun demikian, TNI akan tetap mengantisipasi kemungkinan separatisme di provinsi itu. "Sampai saat ini tidak ada permintaan penambahan personel di Kodam Iskandar Muda. Kami hanya akan mengintensifkan personel yang sudah ada di Aceh, belum ada rencana penambahan," ujar Aziz.Aziz menambahkan, pihak kepolisian hingga kini terus melakukan pengejaran terhadap pelaku dan terus melakukan penyelidikan. Mengenai siapa pelaku penurunan bendera tersebut, menurut dia, kemungkinan itu dilakukan oleh para mantan anggota GAM memang selalu ada. "Kita sepakat bahwa GAM sudah tidak ada. Tapi ideologi tidak semudah itu dihilangkan. Meskipun GAM sudah dibubarkan, tapi belum tentu ideologinya juga hilang," jelasnya. Ideologi separatisme ini, menurut dia, tidak bisa ditorerir, karena NKRI adalah harga mati. Insiden ini menurutnya adalah penodaan terhadap NKRI. "Ini bukan permasalahan kriminal biasa, ini masalah politik," tambah Aziz.
(zal/asy)











































