Rahmat Terkena Peluru Nyasar atau Sengaja Ditembak?

Rahmat Terkena Peluru Nyasar atau Sengaja Ditembak?

- detikNews
Rabu, 15 Agu 2007 13:41 WIB
Jakarta - Misteri penembakan terhadap Rahmat Nugraha (45) masih belum terungkap. Apa yang sebenarnya terjadi? Rahmat terkena peluru nyasar atau sengaja ditembak?Untuk menjawab berbagai sinyalemen tersebut detikcom mewawancarai Ketua Tim Forensik RSHS, Noorman Herryadi, di kantornya, Jl Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/8/2007). Apakah hasil otopsi bisa mengungkapkan peluru sengaja ditembakkan ke korban atau tidak?Sulit untuk membedakan (disengaja atau tidak). Namun untuk jarak dekat mungkin bisa saja diketahui, meski kita tidak bisa memastikan. Ya tentunya dengan data-data pendukung.Bagaimana dengan jarak tembak?Soal jarak, kacamata ilmu balistik dan orang awam itu berbeda. Dalam balistik, jarak dekat itu adalah di bawah 1 meter atau di bawah 60 cm. kalau orang awamkan beberapa meter juga dianggap dekat.Jenis kaliber juga ikut menentukan kategori jarak. Untuk kaliber besar jarak beberapa meter bisa saja masuk dalam kategori jarak dekat.Indikasi ditembakkan dari jarak dekat?Jika peluru itu ditembakkan dalam jarak dekat, sisa-sisa mesiu akan ikut serta, baik yang terbakar atau tidak. Kalau jaraknya sangat dekat, ada warna jelaga di sasaran. Dan jika menempel, akan ada luka bakar di tubuh sasaran.Bagaimana dengan Rahmat, peluru yang mengenainya ditembakkan dari jarak jauh atau dekat ?Ya kamu bisa simpulkan sendiri. Peluru tajam kalau jarak dekat tembus atau tidak? Bisa saja sih tidak tembus jika korban pakai baju besi...he...he...Di bagian mana tepatnya Rahmat tertembak ?Maaf, saya belum bisa ungkapkan itu. Nanti saya akan laporkan ke polisi terlebih dahulu.Menurut saksi, korban sempat mendorong dan memeriksa sepeda motornya setelah tertembak. Bagaimana itu bisa terjadi?Itu bisa saja terjadi karena yang tertembak bukan bagian kepala yang merupakan pusat kesadaran.Rahmat tewas akibat tertembak peluru nyasar saat pulang kerja di Jl Terusan Kiara Condong, Bandung, sekitar pukul 22.00 WIB, Senin 13 Agustus. Dia tertembak sekitar 40 meter sebelum melewati mess Polwan di kawasan Ciwastra.Sejumlah saksi mengatakan, sebelumnya mendengar suara letusan yang menyerupai bunyi petasan. Mereka baru mengetahui kejadian yang sebenarnya setelah mendengar teriakan minta tolong dari Rahmat. Punggung Rahmat terluka dan banyak mengeluarkan darah. (djo/umi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads