Laporan dari Bangkok
Yusril, Berpolitik dan Main Film
Rabu, 15 Agu 2007 12:36 WIB
Bangkok - Yusril Ihza Mahendra seolah-olah enggan berbicara politik. Ditemui di Bangkok, Thailand, Yusril menolak ketika diajak berbicara politik. Tapi bila ditanya mengenai film Cheng Ho yang tengah dibintanginya, Yusril akan lancar menjawabnya. "Ya politik itu ada pasang surutnya," kata Yusril singkat saat ditemui di sela-sela peluncuran Film Ceng Ho di Studio Kantata, Bangkok, Thailand, Selasa (14/8/2008) seperti dilaporkan wartawan detikcom Indra Subagja.Dia mengaku saat ini tengah fokus menyelesaikan film garapannya ini. Ke depan, dia akan membuat langkah memajukan perfilman Indonesia. Apakah artinya akan meninggalkan dunia politik? "Saya aktif di semua bidang, semua sama," tambahnya.Namun desas-desus yang beredar, Film Cheng Ho ini merupakan langkah Yusril untuk come back ke dunia politik. Melalui tokoh Cheng Ho, yang bisa memimpin sekitar 27 ribu pasukan dari berbagai agama dan golongan ini, Yusril ingin berpesan bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk itu.Yusril sendiri ketika ditanya mengenai desas-desas itu, menjawab diplomatis. "Jangan menyinggung soal politik. Ada yang lebih besar. Dahulu Nanjing (Cina zaman dinasti Ming) adalah negara besar seperti Amerika sekarang, tapi Cheng Ho dengan pasukan besar yang terdiri dari berbagai agama mampu membawa perdamaian ke negara sekitarnya," jelasnya.Tak hanya itu, Yusril pun mengajak orang Indonesia untuk ikut dalam proyek filmnya ini. "Masih ada posisi pemain yang kosong seperti Raja Majapahit yang satunya lagi Bre Wirabumi, terus putri Majapahit," tandas dia dengan senyuman mengembang.
(ndr/asy)











































