Laporan dari Bangkok
Kamron Naradjebusit Sang Indothai
Rabu, 15 Agu 2007 11:57 WIB
Bangkok - Nama lengkapnya Kamron Naradjebusit. Usianya sekitar 60 tahun. Meski dia warga Thailand, panggil saja dia Pak Kamron. Mudah mengenalinya, berkacamata dan selalu membawa kamera. Lelaki ini selalu ada di acara-acara yang digelar KBRI Thailand atau di sebuah acara yang kebetulan duta besar Indonesia hadir."Saya sudah bekerja selama 27 tahun, sejak tahun 1980," kata Kamron saat ditemui di sela-sela peluncuran Film Ceng Ho di Studio Kantata, Bangkok, Thailand, Selasa (14/8/2008) malam, seperti dilaporkan wartawan detikcom Indra Subagja. Kamron bergabung di KBRI karena diajak ayahnya, Aman Isa, yang kini berusia 80 tahun. Ayahnya itu berdarah Sunda dan Jawa. sedang ibunya warga Thailand asli. "Ayah saya bekas anggota Heiho, dulu bekerja di KBRI," imbuhnya. Karena itu, darah Kamron bisa disebut Indothai = Indonesia-Thailand. Kamron sangat bangga dengan ayahnya itu, yang menurutnya sudah diwawancarai berbagai media asing karena pernah aktif di Heiho. "Filenya saja di simpan di kedubes," imbuhnya.Kembali lagi ke cerita Kamron. Dia mengaku pada awal bekerja di KBRI dirinya sama sekali tidak bisa bahasa Indonesia. "Sedikit saja, tapi lama-lama belajar dan sekarang seperti sekarang ini," imbuh Kamron yang sudah pandai berbahasa Indonesia. Pertama kali bekerja, dirinya langsung ditempatkan di bagian penerangan. Jadi dia bertugas mengabadikan semua kegiatan Kedubes, baik melalui video atau pun foto. "Kalau Pak Dubes ada acara keluar saya juga harus hadir,untuk mengambil gambar," imbuhnya.Kamron terlihat sendiri kala ditemui. Dengan usia kepala 6, apakah dia masih mampu? "Kadang repotnya kalau bekerja sendiri tetapi harus mengambil video dan foto, apalagi kalau acara sampai malam," ujar Kamron.Berapa upah yang diperolehnya setiap bulan? "Gaji pokoknya 34 ribu baht, ini cukup buat kami berdua," imbuhnya.Kamron mengaku tidak pernah bermasalah dengan gaji. Selain karena tidak mempunyai tanggungan anak, istrinya pun berasal dari keluarga mampu di Thailand. "Istri saya juga bekerja di Kementerian Pertahanan dan Energi,"imbuh dia. Tanpa anak, pria yang ramah ini mengaku rumahnya di Bangkok kerap sepi. "Ada 4 kamar dan 2 kamar mandi, cuma kami berdua," kata dia. Selama 27 tahun bekerja dan mendampingi 6 orang Dubes mulai dari (alm) Hasnan Habib hingga yang sekarang Ibrahim Yusuf, Kamron mengaku tidak pernah berkunjung ke Indonesia. "Pernah dapat tiket pulang pergi Jakarta Bangkok 2 tahun lalu waktu menag undian menyambut ulang tahun kemerdekaan Indonesia, tapi saya jual ke teman 750 baht, karena saya tidak punya siapa-siapa di Jakarta," jelas dia. Apakah dia punya keinginan untuk berkunjung ke Indonesia? Kamron hanya tersenyum, sebuah jawaban lain justru meluncur dari mulutnya. "Akhir tahun ini saya pensiun," tandasnya sambil beranjak pergi mengabadikan gambarDubes Indonesia Ibrahim Yusuf.
(ndr/asy)











































