Meninggal Saat Lomba HUT RI
Rabu, 15 Agu 2007 10:23 WIB
Solo - Tak akan ada yang tahu kapan datangnya ajal. Demikian juga dengan Sugito. Lelaki 45 tahun tersebut dijemput ajal justru di tengah gegap gempita pertandingan sepak bola sarung yang digelar untuk menyambut HUT kemerdekaan RI.Sugito adalah warga asal Pedan, Klaten, namun sudah beberapa waktu mencari nafkah di Solo dan tinggal di Kampung Jogobayan, Stabelan, Banjarsari, Solo. Karenanya ketika kampung tempat tinggalnya di Solo mengadakan lomba menyambut HUT kemerdekaan RI, dia tak mau ketinggalan untuk berpartisipasi.Lomba yang diikutinya adalah sepak bola sarung, Selasa (14/8/2007) sore. Seluruh pemain dalam pertandingan ini harus mengenakan sarung. Tentunya itu dilakukan untuk memancing tawa penonton sehingga suasana semakin meriah. Sugito memilih menjadi penjaga gawang di salah satu tim yang bermain.Namun belum juga babak pertama usai, di tengah sorak-sorai dan tawa penonton tiba-tiba Sugito tersungkur justru di saat dia jauh dari bola. Tubuhnya terkulai di lokasi petandingan yang berlapis paving. Dia langsung tak sadarkan diri. Warga segera melarikannya ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan secepatnya.Di tengah jalan, ayah dua anak itu menghembuskan napas terakhir namun jenazahnya tetap dilarikan ke RS Dr Moewardi, Solo. Dokter yang memeriksa memastikan tidak ada luka di tubuh Sugito selain luka kecil di bagian bibir yang diduga akibat benturan dengan paving saat terjatuh. Sugito diduga meninggal akibat serangan jantung.Dugaan itu dikuatkan keterangan keluarganya dari Klaten yang menjemput jenazah Sugito. Menurut keluarga, Sugito mempunyai riwayat penyakit jantung dan enam bulan yang lalu dia dirawat di RS Muhammadiyah, Solo, karena penyakit itu.Warga Stabelan juga mengatakan sebelum pertandingan dimulai Sugito memang mengeluh dadanya sakit, namun dia tetap ikut bermain dengan alasan menjadi penjaga gawang tidak terlalu lelah.Jenazah Sugito, Selasa malam dibawa pulang ke kampung halamannya oleh pihak keluarga. Rencananya jenazahnya akan dimakamkan hari ini, Rabu (15/8/2007) di pemakaman umum desa setempat.
(mbr/djo)











































