Eks KSAD Sesalkan Pencurian Merah Putih Nodai Agustusan
Selasa, 14 Agu 2007 17:08 WIB
Jakarta - Agustusan yang seharus disambut dengan gembira malah ternoda dengan kasus pencurian 150 bendera Merah Putih di Aceh Utara, NAD.Hal ini disampaikan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Purn Ryamizard Ryacudu dalam sambutan pada Pendeklarasian Badan Kerja Sama Indonesia untuk Indonesia, di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (14/8/2007)."Suasana menjelang HUT Kemerdekaan yang seharusnya disambut gembira, justru kita melihat bendera GAM dan RMS dikibarkan. Bahkan bendera Merah Putih kita diturunkan di Aceh. Ini seharusnya tidak boleh terjadi," kata Ryamizard.Menurut Ryamizard, NKRI itu harga mati dan untuk penegakan NKRI, UUD 1945 dan Pancasila harus ditegakkan kembali."Orang nyopet saja ditangkap. Apalagi ini, bendera merah putih yang sudah susah payah diperjuangkan dengan darah malah diturunkan," lanjutnya.Bagaimana 8 bupati dan walikota di Aceh berasal dari GAM bersikap pada maslah ini? "Siapapun yang sudah menjadi orang Indonesia harus menunjukkan dia itu orang Indonesia. Orang Indonesia itu benderanya merah putih, lagu kebangsaannya Indonesia Raya, itu harus dihormati. Kalau dia tidak menghormati itu, dia bukan orang Indonesia," tandasnya.Pada Minggu 12 Agustus 2007, sekelompok orang yang tak dikenal mencuri 150 bendera Merah Putih yang dipasang di rumah-rumah warga. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 00.00 WIB hingga 05.00 WIB.
(mly/sss)











































