Gunung Soputan Meletus, Minahasa Selatan Tertutup Debu

Gunung Soputan Meletus, Minahasa Selatan Tertutup Debu

- detikNews
Selasa, 14 Agu 2007 14:29 WIB
Manado - Akibat letusan Gunung Soputan, sebagian kawasan di Kabupaten Minahasa Selatan tertutup debu setebal 10 centimeter. Sementara jarak pandang terdekat, hingga siang ini hanya mencapai lima meter, sehingga memaksa para pengendara menyalakan lampu kendaraan untuk mengindari tabrakan. Semula, warga tidak mengkhawatirkan Gunung Soputan yang meletus pada pukul 23.00 Wita, Senin (13/8/2007) itu. Sebab, memang 'batuknya' gunung ini sudah dianggap sebagai kejadian yang biasa. Namun, sekitar pukul 05.00 Wita, Selasa (14/08/2007), barulah masyarakat kaget setelah debu menutupi atap rumah, pepohonan hingga jalan-jalan di Kota Amurang dan sebagian besar daerah di Minahasa Selatan. Lima belas menit pertama, ungkap Christianto Muntu, salah satu warga Minahasa Selatan, Gunung Soputan memuntahkan kerikil. Lalu gunung ini menyemburkan debu panas disertai bunyi yang sangat keras. Warga mulai panik ketika debu yang turun itu sudah mengganggu jarak pandang. Apalagi, jalur Trans Sulawesi ikut menjadi korban letusan salah satu gunung berapi teraktif di Provinsi Sulawesi Utara ini. Semburan debu Soputan ini tidak saja menimpa perkampungan di Minahasa Selatan, namun juga hingga ke kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Minahasa, seperti Kecamatan Sonder dan sebagian Kecamatan Kawangkoan. Sebagian kawasan di Kota Manado yang berada di sebelah barat, seperti Kecamatan Malalayang, ikut menerima kiriman debu semburan Soputan. Masyarakat yang takut bila Soputan tidak saja menyemburkan debu, kali ini mulai takut keluar rumah. Sejumlah sekolah terpaksa memulangkan muridnya untuk menghidari meluasnya akibat letusan. Sementara, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, menurut Kepala Bagian Humas, Benny Lumingkewas, harus mengerahkan sejumlah unit mobil pemadam kebakaran untuk membersihkan debu dari jalanan. "Sejauh ini belum ada laporan adanya korban jiwa," kata Lumingkewas yang dihubungi dari Manado, Selasa (14/8/2007) siang. Selain telah mengganggu jalur Trans Sulawesi, semburan debu ini hampir dapat dipastikan merusak jutaan tanaman cengkeh di Minahasa Selatan yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi cengkeh Sulawesi Utara. Tak hanya cengkeh yang belum dipanen, banyak cengkeh yang telah dipetik, kini terancam membusuk karena tak bisa dijemur. Menurut Lumingkewas, Pemda Minahasa Selatan terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah kawasan di daerahnya yang diperkirakan menerima dampak akibat letusan itu. Sementara Penjabat Bupati Minahasa Tenggara (Mitra), Albert Pontoh, yang dihubungi terpisah mengaku, meskipun wilayahnya tidak termasuk yang menerima dampak semburan itu, namun pihaknya siap melakukan antisipasi. "Karena, debu semburan ini dibawa angin. Hari ini kita masih aman karena angin bertiup ke arah Amurang. Mudah-mudahan tidak ada letusan lagi," ujar Pontoh. (asy/asy)


Berita Terkait