Tertembak Peluru Nyasar, Rahmat Sempat Telepon Istri
Selasa, 14 Agu 2007 12:36 WIB
Bandung - Rahmat, orang yang diduga tewas akibat peluru nyasar, sempat menelepon istrinya sebelum meninggal. Rahmat mengatakan dadanya tiba-tiba bersimbah darah.Kisah itu sebagaimana diceritakan Herni Komala Sari, adik Rahmat, saat ditemui di rumah duka, Kompleks GBA Blok C II No.7, Bojong Soang, Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/8/2007)."Saya semalam ditelepon sekitar pukul 23.00 WIB, kata teteh Eha (istri Rahmat), kakak saya menelepon kalau dirinya kecelakaan," ungkap Herni.Herni menambahkan, ternyata sebelum dibawa ke RS, Rahmat sempat meminta seseorang menghubungi istrinya melalui telepon. Rahmat pun bercerita tentang apa yang terjadi kepada istrinya.Rahmat mengaku saat melintas di Jl Terusan Kiara Condong, tepatnya di dekat Mess Polwan di kawasan Ciwastra, dirinya mendengar letusan. Dia mengira suara letusan itu berasal dari ban sepeda motornya.Rahmat pun menghentikan untuk memeriksa kendaraannya. Dia belum sadar betul dengan apa yang terjadi. Namun beberapa detik kemudian, dia baru merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya. Darah mengucur deras dari dadanya.Rahmat pun kemudian limbung dan pingsan. Menurut Herni, kakaknya sempat dibawa ke pos polisi terdekat sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Al Islam."Saat kita mengecek ke RS Al Islam, kakaknya saya dudah dipindah ke RS Pindad. Hingga akhirnya meninggal ke RSHS," ungkap Herni.
(djo/sss)











































