BPJT Usul Tarif Terbuka JORR Semurah Mungkin
Selasa, 14 Agu 2007 11:22 WIB
Jakarta - Besar tarif terbuka untuk ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) hingga kini belum ditetapkan. PT Jasa Marga dan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) masih mencari titik temu."Kami masih nego dengan Jasa Marga. Kami coba yang semurah mungkin," tegas Kepala BPJT Hisnu Pawenang kepada detikcom, Selasa (14/8/2007).Sebab dengan diberlakukannya sistem tarif terbuka akan ada pihak yang dirugikan dan diuntungkan. Pihak yang dirugikan adalah pengguna jalan dengan jarak dekat. Sedangkan yang diuntungkan, pengguna jalan dengan jarak terjauh."Kita sih maunya yang 1-2 km nggak usah lewat tol. Tapi totally akan menguntungkan pengguna jalan, karena mereka membayar lebih murah dan transaksi juga lebih mudah," ujarnya.Hisnu berharap dalam waktu dekat sudah ada kesepakatan tarif yang akan diberlakukan sehingga bisa cepat diterapkan."Kalau bisa bersamaan dengan pemberlakuan penyesuaian tarif tol yang lain. Karena untuk penyesuaian ini hanya JORR yang tidak kena," ungkap dia.Bahkan BPJT mengusulkan tarif terbuka JORR tidak jauh berbeda dengan tarif tol dalam kota yang sudah disesuaikan nantinya. BPJT, imbuh dia, tidak bisa mengusulkan tarif tinggi karena posisinya yang berada di antara kepentingan operator dan pengguna jalan."Tapi kalau dilihat, JORR kan tarifnya paling tinggi dari tol yang lainnya Rp 430/km. Padahal tol dalam kota hanya Rp 340/km, ini saja sudah termasuk yang paling mahal karena seperti Jagorawi kan masih sekitar Rp 100/km," bebernya.BJPT berupaya agar tarif rata-rata yang akan diberlakukan nanti lebih terjangkau."Kita akan hitung average-nya, kan nggak layak kalau yang jarak 2 km seperti yang ada sekarang ini pengguna jalan harus bayar Rp 2.000. Makanya kita sarankan kalau jarak dekat nggak usahlah lewat tol," cetusnya.Soal jarak dekat ini, Hisnu menuturkan, sempat ada usulan agar pintu tol di ruas JORR yang jaraknya 1-2 km ini ditutup. "Tapi kan orang perlu alternatif lain. Memang kalau ditutup bisa mengurangi biaya operasional. Kita akan lihat lagi, kalau memang tidak perlu ditutup ya tidak usah," ujarnya.
(umi/sss)











































